Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Wow! Ini 3 Manfaat Besar Puasa untuk Otak

Foto : Pinterest

JAKARTA – Puasa ternyata berdampak positif pada kesehatan tubuh, salah satunya otak. Kok bisa, ya, puasa berpengaruh pada otak?

Nah, ini karena glukosa yang merupakan makanan utama bagi otak Anda menjadi sangat terbatas saat berpuasa. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan mengalihkan sumber bahan bakar yang awalnya glukosa menjadi lipid (lemak).

Awalnya, tubuh akan menggunakan glikogen (gula yang disimpan pada otot dan hati) sebagai energi. Setelah gula dibakar habis, tubuh akan mulai membakar lemak dan mengubahnya menjadi keton.

Keton adalah bagian kecil dari lemak yang digunakan sel sebagai sumber energi. Perubahan sumber energi saat puasa inilah yang kemungkinan memberikan manfaat untuk kesehatan otak.

Banyak studi yang mengamati manfaat puasa untuk kesehatan. Tahun 2014, sebuah penelitian melaporkan bahwa puasa juga memberi manfaat untuk otak.

Berikut ini adalah beberapa manfaat puasa untuk kesehatan sistem saraf pusat Anda.

1. Mencegah stres

Stres berlebihan tentu tidak baik untuk tubuh, termasuk otak Anda. Sebab, stres dan kecemasan membuat otak Anda sangat aktif, seperti memikirkan masalah dan kemungkinan buruk yang akan terjadi. Akibatnya, otak Anda menjadi sangat sibuk dan bisa mengganggu rutinitas harian Anda, termasuk pola tidur.

Studi menemukan bahwa puasa dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan secara efektif. Selama berpuasa, tubuh secara maksimal memperbaiki kerusakan sel dari stres oksidatif. Yaitu, kondisi tubuh ketika level radikal bebas lebih banyak dibanding antioksidan (zat yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas).

Baca juga:  Bisa Selamat dari Timbunan Longsor Underpass Soetta, Begini Cara Mukhmainnah Bertahan Hidup

2. Meningkatkan fungsi otak

Perubahan sumber energi untuk otak selama puasa, ternyata meningkatkan fungsi otak dalam mengantarkan sinyal-sinyal tertentu. Hal ini dibuktikan dengan dilepaskannya lemak sebagai keton ke dalam darah untuk energi.

Puasa yang dikombinasikan dengan olahraga juga menunjukkan manfaat yang baik untuk otak. Keduanya dapat meningkatkan jumlah mitokondria dalam neuron. Mitokondria adalah organel sel yang menjadi tempat respirasi untuk menghasilkan energi.

Tidak hanya itu, jumlah protein di otak yang disebut BDNF (Brain Derived Neurotrophin Factor) juga meningkat. Meningkatnya protein tersebut dapat meningkatkan fungsi otak yang mengatur perilaku, sensor dan motorik, motivasi, daya ingat, dan pembelajaran.

3. Berpotensi membantu mencegah penyakit otak

Contoh penyakit otak yang berkembang seiring dengan bertambahnya umur adalah demensia. Yaitu, sekumpulan gejala yang menunjukkan penurunan fungsi otak. Meski begitu, risiko demensia dapat dikurangi dengan penerapan gaya hidup sehat. Salah satunya menjaga berat badan.

Sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan risiko demensia pada orang yang obesitas. Ini terjadi karena ekstra lemak yang tidak digunakan tubuh bisa memicu terjadinya peradangan dan produksi hormon tertentu menjadi tidak stabil.

Nah, puasa juga diketahui dapat menjadi salah satu cara menurunkan berat badan. Meski masih diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hal ini, bukan berarti puasa sama sekali tak membawa manfaat untuk otak, khususnya menurunkan risiko demensia. Jika diseimbangkan dengan olahraga dan kebiasaan sehat lainnya, menurunkan berat badan tentu bukan hal yang mustahil. Dengan begitu, risiko demensia pun dapat menurun.

Baca juga:  VIRAL! Balita Hafal Pancasila

Itulah 3 manfaat besar puasa untuk otak. Gimana, sudah bolong berapa puasa kalian selama Ramadhan?