Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Wow, Lokasi Bekas Tambang Ini Jadi Warisan Dunia UNESCO

Foto : Bisnis Wisata

JAKARTA – Cuma Indonesia! Ada lokasi bekas pertambangan yang masuk dalam daftar ‘Warisan Budaya Dunia’ United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Ya, tepatnya di Sumatera Barat, UNESCO memasukan lokasi bekas tambang batubara  dalam daftar Warisan Budaya Dunia.

Tempat itu adalah milik PT Bukit Asam Tbk ini, dan sekarang mempunyai nama baru yakni Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto. Lubang tambang batu bara yang dulu menjadi lokasi penambangan batu bara bawah tanah kini diubah menjadi Lubang Pendidikan, yaitu pada Lubang Tambang Sawahluwung.

Di Lubang Pendidikan ini, masyarakat dapat melihat dan mempelajari proses penambangan batu bara bawah tanah. Beberapa universitas juga kerap mengunjungi Lubang Pendidikan ini untuk mempelajari proses penambangan batubara bawah tanah.

Bukit Asam juga membuka Museum Tambang Batu Bara Ombilin yang berada di sebelah kantor Unit Pertambangan Ombilin di Sawahlunto. Di museum ini, Bukit Asam memamerkan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang batu bara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu beserta dengan diorama proses pertambangan batubara. Informasi mengenai sejarah perusahaan juga tersedia di museum ini.

Video : Elok Nuriyatur Rosyidah

Alasan kenapa Sawahlunto terpilih menjadi situs Warisan Budaya Dunia adalah, Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto dinilai unggul dalam dua kategori Nilai Universal Luar Biasa (Outstandting Universal Value) sehingga terpilih menjadi Warisan Dunia UNESCO. Pertama adalah kriteria II bahwa Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batubara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara. Sementara, kriteria IV tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

Baca juga:  RU Miss Indonesia: Ajak Tingkatkan Awareness Pada Anak - Anak Pengidap Kanker

Ada sedikit cerita miris menyanyat hati di Sawahlunto. Dahulu para, tahanan kriminal dan politik dari wilayah Jawa dan Sumatra dibawa ke tempat ini. Selama pengiriman ke Sawahlunto kaki, tangan dan leher mereka diikat. Selanjutnya, di Sawahlunto, mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang batu bara dengan kaki, tangan, dan leher masih dirantai. Mereka dijuluki orang rantai atau ketingganger dalam bahasa Belanda.

Di Komplek Tambang Batu Bara Ombilin, masih terdapat beberapa peninggalan asli seperti terowongan Mbah Soero, perumahan pekerja dan pekerja tambang (Tangsi Baru dan Tanah Lapang), pemfilteran batu bara, pabrik kereta api, kantor pemerintah, pemukiman, pemkot.