Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Waspada, Kenali Penyebab Kanker Otak

Foto : MNC Media

Jakarta – Dunia hiburan berduka, komedian sekaligus penyanyi dangdut Agung Hercules meninggal dunia di usia 51 tahun. Penyakit kanker otak stadium 4 jenis glioblastoma menjadi penyebabnya. Agung dikatakan meninggal dunia sekira pukul 16.00 WIB, Kamis (1/8/2019).

Kanker otak glioblastoma seperti yang diderita oleh Agung Hercules ini, adalah kanker tumor ganas yang sebagian sel tumornya akan terus bereproduksi dan membelah diri pada waktu tertentu.

Untuk bisa mengidentifikasi kanker ini, biasanya penderita seperti Agung Hercules akan mengalami beberapa gejala seperti: sakit kepala yang terus meningkat, kejang-kejang, muntah, pembengkakan saraf pada optik hingga mengakibatkan pandangan jadi kabur. Selain itu, adapula perubahan dalam diri seseorang terutama dari segi mood, cara berpikir hingga sensitifitas pada tubuh.

1. Makanan dan minuman berpemanis

Makanan dan minuman berpemanis rupanya tak cuma menimbulkan risiko diabetes. Ini juga merupakan minuman dan makanan pemicu kanker. Riset terbaru menemukan gula bisa memberikan ‘makanan’ untuk pertumbuhan tumor.
“Konsumsi gula berlebihan pada sel kanker bisa mengakibatkan lingkaran setan pada kelanjutan perkembangan dan pertumbuhan kanker,” kata ahli biologi molekuler asal Belgia, Johan Thevelin seperti dilansir dari Business Insider.

Dalam laman Better Health, disebut pemanis ini ditekankan pada pemanis buatan seperti, aspartame, sakarin dan siklamat.

2. Daging olahan

Tanpa disadari, orang banyak mengonsumsi daging olahan antara lain, sosis, daging yang diawetkan, peperoni dan bacon. Mengutip dari Cancer Center, konsumsi 50 gram daging olahan setiap hari bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker kolon.

Baca juga:  Cegah COVID-19 dengan Resep Sayur Asem Pilihan Okezone.com Ini

Crystal Langlois, ahli gizi di Atlanta menyarankan untuk konsumsi daging yang diawetkan tanpa nitrat.

3. Olahan serba dibakar

Bahan pangan yang diolah dengan suhu tinggi atau melewati proses pembakaran bisa berubah jadi makanan pemicu kanker. Saat bahan pangan dibakar, timbul zat karsinogenik yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs).

Untuk menghindari risiko timbulnya zat karsinogenik, sebaiknya masak makanan Anda dengan suhu relatif rendah dan batasi asupan makanan yang dibakar dengan api langsung atau arang. Anda bisa memasak makanan dengan aman lewat metode mengukus, merebus atau memanggang dengan suhu rendah.

4. Alkohol

Konsumsi alkohol secara reguler bisa mengarah pada timbulnya kanker. Deret kanker yang perlu diwaspadai konsumen alkohol antara lain, kanker tenggorokan, kanker hati, kanker payudara dan kanker kolon alias usus besar.

National Cancer Institute menyebut risiko serangan kanker meningkat seiring dengan meningkatnya volume alkohol yang dikonsumsi. Sebuah analisis yang meneliti hampir 600ribu penenggak alkohol di 19 negara maju di seluruh dunia menyebut makin banyak alkohol yang dikonsumsi maka makin tinggi risiko segala jenis kanker yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

5. Produk makanan yang terkontaminasi pestisida

Paparan zat kimia tak pelak meningkatkan risiko kanker. Sayuran dan buah dengan kontaminasi pestisida bisa menjadi makanan pemicu kanker otak.

Oleh karena itu, perlu memperhatikan asal buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. Selain itu, pastikan sayur dan buah dikonsumsi dalam kondisi bersih.

Baca juga:  Dukung Bakat Lokal, The F Thing Siap Rilis Lagu Karya Boy William