Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Tips Pilih Masker Antipolusi di Jakarta

Foto: Istimewa

Akhir-akhir ini, polusi udara di Jakarta membuat warga gelisah. Secara kasat mata, kita dapat melihat betapa pekatnya langit Jakarta. Jumat (2/8/2019) pukul 10.00 WIB, data AirVisual mengungkap kualitas udara Jakarta pada angka 162 Air Quality Index (AQI), dan masuk dalam kategori udara tidak sehat.

Sebanyak 75 persen sumber polutan di Jakarta berasal dari moda transportasi darat, 9 persen merupakan pembangkit listrik dan pemanas, kemudian pembakaran industri dan domestik masing-masing 8 persen.

Jika terlalu lama dihisap oleh manusia, polutan berbahaya tersebut dapat menimbulkan penyakit saluran pernapasan, dan berujung pada kanker paru-paru. Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan, dr Sita L Andarini, PhD, SpP(K) menuturkan bahwa tidak ada cara untuk membersihkan paru-paru. “Bahkan, gurah pun tidak bisa membersihkan paru-paru. Langkap preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah seseorang terkena kanker paru adalah dengan pola hidup sehat menggunakan masker,” jelas dr. Sita di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Lebih lanjut, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K), FISR, FAPSR menegaskan masyarakat untuk memilih masker yang tepat agar efektif mengurangi paparan polusi udara di Jakarta. Ia menyarankan masyarakat untuk memilih masker yang ampuh, mampu menahan 95 persen polutan dari asap kendaraan bermotor.

“Berbicara masker, paling bagus adalah masker yang bisa menyaring partikel sebesar 95 persen. Yang jelas kemampuan filtrasinya harus dimaksimalkan. Terserah mau apapun bentuknya, yang jelas banyak toko yang menjual masker jenis ini. Sayangnya harga yang ditawarkan cukup mahal,” kata dr Agus.

Baca juga:  VIRAL! Monyet Berwajah Mirip Manusia

Jika seseorang merasa berat untuk membeli masker filtrasi 95 persen itu, ia dianjurkan membeli masker biasa daripada tidak menggunakannya sama sekali. Pasalnya, masker biasa masih memiliki kemampuan filtrasi hingga 30-50 persen.

“Anak kecil atau lansia sebaiknya menggunakan masker yang sekali pakai dibuang. Karena masker akan menumpuk partikel kotoran sehingga dianjurkan minimal dipakai 8 jam sebelum dibuang. Tidak dianjurkan juga untuk dicuci karena akan memperbesar pori-pori yang nanti akan mempengaruhi filtrasi,” pungkas dr Agus.