Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Tingkatkan Kualitas Tidur dengan Posisi Telentang

WAKTU tidur yang cukup diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh dan membuatnya merasa berenergi. Orang dewasa disarankan tidur selama enam sampai delapan jam sehari.

Akan tetapi nyatanya meskipun waktu tidurnya terbilang cukup, masih ada orang yang merasa kelelahan setelah membuka mata. Kondisi itu bisa terjadi karena berbagai faktor salah satunya karena posisi tidur yang kurang tepat.

Cara berbaring di tempat tidur dapat memengaruhi lebih dari sekadar kualitas tidur. Posisi tertentu dapat memicu banyak masalah. Mulai dari nyeri leher, sleep apnea, gangguan sirkulasi, hingga menyebabkan mimpi buruk. Maka dari itu, diperlukan posisi yang tepat ketika tidur bila ingin masalah-masalah tersebut tidak terjadi.

Menurut sejumlah penelitian dan pendapat para ahli, posisi tidur yang baik sebenarnya adalah telentang. Namun hanya sekira 8% orang yang bisa tidur dengan posisi tersebut. Sekadar informasi posisi telentang memungkinkan kepala, leher, dan tulang belakang mempertahankan posisi netral.

Posisi tersebut tentunya menjadi pilihan yang bagus bagi siapa pun yang menderita sakit di area tersebut. Selain itu, telentang dianggap mengurangi mulas karena membuat kepala terangkat di atas dada.

Bagi Anda yang tidak terbiasa tidur dengan posisi telentang, seorang ahli pengobatan tidur dan profesor di Albert Einstein College of Medicine yaitu Shelby Harris mengungkapkan cara melatih diri untuk posisi tersebut.

“Ketika Anda siap untuk tidur, Anda harus meletakkan bantal di kedua sisi tubuh Anda dan satu bantal di bawah lutut. Cara itu akan membantu Anda tetap di tempat dan mencegah Anda berputar,” ungkapnya seperti yang dikutip dari Independent, Kamis (5/4/2018).

Baca juga:  VIRAL! Bocah Laki-laki Mirip Milea Hebohkan Warganet

Metode lain yang lebih ekstrem dan dapat dilakukan adalah meletakkan bola tenis atau benda keras di lapisan atas untuk tidur. Saat tubuh mulai bergerak mengganti posisi, ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh benda tersebut akan membalikkan posisi semula.

Tapi ingat, tidak semua orang cocok dengan posisi tidur tersebut. Sebab malah ada orang-orang yang tergolong berisiko bila tidur dengan posisi tersebut. Tidur telentang dapat menyebabkan sleep apnea atau memperburuk masalah yang sudah ada.

(Sumber: Okezone)

Tags: