Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Tidak Hanya Nutrisi, Ini Tips Meningkatkan Kecerdasan Anak

SELAIN nutrisi, pemberian stimulasi juga tidak kalah penting guna mendukung kecerdasan si kecil sekaligus mengasah kemampuan bersosialisasinya.

Stimulasi merupakan cara tepat untuk mengembangkan otak anak secara optimal. Stimulasi dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman yang menarik. Orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat sejak dini.

Untuk mencapai hasil terbaik, orang tua harus membiasakan memberikan stimulasi setiap hari melalui kegiatan yang menyenangkan dan kreatif. Secara sederhana, stimulasi bisa diberikan dengan mengajak anak bicara maupun membacakan buku cerita sejak lahir. Jadikan kegiatan membaca sebagai rutinitas pengantar tidur anak.

Harapannya, anak akan tertarik dengan buku sejak dini dan membuatnya mencintai buku hingga dewasa kelak. Anda juga bisa mengajak anak bermain, tidak perlu memberikan mainan mahal, yang penting anak merasa senang dan sesuatu yang bisa dipelajarinya.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani MPsi mengatakan, dalam masa tumbuh kembang anak, orang tua harus memerhatikan keselarasan lima hal penting, yaitu aspek fisik, kemampuan kognitif, kemampuan bahasa, emosi, dan keterampilan sosial. Penting bagi anak memiliki keterampilan sosial karena anak akan lebih mudah diterima siapa pun di lingkungannya, lebih mampu menyelesaikan masalah dengan orang lain, mampu mengasah berbagai keterampilan hidup, membantu mengurangi kesulitan di sekolah.

“Tentunya membuat anak lebih semangat bersekolah sehingga prestasinya lebih optimal. Secara keseluruhan, anak mampu menikmati hidupnya dan merasa lebih bahagia,” kata Anna.

Baca juga:  Air Kali Bekasi Meluap, Puluhan Pemukiman Warga Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Ada beberapa keterampilan sosial yang perlu dikuasai anak, seperti berteman dan bekerja sama, menyelesaikan pertengkaran, peduli terhadap yang sakit atau kekurangan, marah tanpa mengganggu orang lain, sabar menunggu, dan mengikuti aturan. Keterampilan sosial memiliki kaitan erat dengan pemenuhan nutrisi yang tepat dan lengkap karena status nutrisi memiliki hubungan dengan perkembangan sosioemosional anak dalam masa tumbuh kembang.

“Dengan tubuh yang sehat karena kecukupan nutrisi yang baik, dia menjadi anak yang lebih tahan menghadapi stres dan lebih mampu meregulasi emosinya, lebih leluasa mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, dan menjadi anak yang lebih mudah bergaul di kemudian hari,” ungkapnya.

Adapun untuk anak usia 3-6 tahun, orang tua bisa memberikan stimulasi dengan mengenalkan berbagai bentuk, angka, huruf, kata, berhitung, mengajarkan aturan, dan lainnya. Sementara itu, untuk mengasah kecerdasan visual spasial, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Misalnya, orang tua bisa menstimulasi anak dengan mengajaknya menggambar, menggunting, membuat prakarya.

Biarkan anak berkreativitas sendiri dengan tetap Anda awasi. Perlu diketahui, dalam memberikan stimulasi, bisa saja rumah menjadi sedikit berantakan dan kotor. Baju dan tangan anak mungkin juga bisa menjadi kotor. Semua itu bisa dibersihkan lagi, tetapi masa kecil tidaklah bisa diulang.

(Sumber: Sindonews)

Tags: