Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Terlalu Sering Santap Makanan Cepat Saji Bisa Menyebabkan Depresi

Makanan cepat saji selalu menjadi menu andalan di saat perut lapar. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan cepat saji dan olahan mudah meningkatkan resiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

Melalui berbagai penelitian, makanan cepat saji dapat menyebabkan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan kardiovaskular dan kerusakan serius pada otak.

Selain itu, kebiasaan makan junk food bertahun-tahun juga bisa memicu gangguan mental seperti depresi.

Berikut adalah empat efek berbahaya karena terlalu banyak santap makanan cepat saji.

1. Menyebabkan penurunan daya ingat

Sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition tahun 2011 menunjukkan, kandungan nutrisi yang sedikit dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu sehingga muncul peradangan di daerah hippocampus otak, yang dikaitkan dengan penurunan memori.

2. Meningkatkan risiko demensia

Sebuah studi yang dilakukan di Brown University menunjukkan, orang yang terlalu banyak makanan berlemak dapat meningkatkan kadar insulin. Insulin diproduksi di pankreas dan membantu pengangkutan glukosa untuk memberi bahan bakar pada tubuh. Insulin juga diproduksi di otak dimana membantu dalam membawa sinyal antara sel saraf. Temuan ini menunjukkan bahwa junk food menyebabkan risiko demensia.

3. Mengendalikan nafsu makan

Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan gorengan dan olahan bisa mempersulit otak berpikir dengan normal. Padahal fungsi otak yang sehat memerlukan asam lemak esensial seperti omega-6 dan omega-3. Kekurangan kedua zat itu meningkatkan risiko gangguan demensia dan gangguan bipolar serta masalah terkait otak lainnya.

Baca juga:  Hasi Liga Inggris Pekan 31: Man City Semakin Dekat Jadi Juara Liga

4. Sebabkan depresi

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak dapat mengubah aktivitas kimia di otak. Santap makanan junk food terlalu sering lama kelamaan bisa sebabkan depresi.

 

Sumber: Okezone.com

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1