Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Talkshow MNC Peduli, Psikolog: Hindari Overthinking dan Kenali Gejala Stres Sejak Dini

Foto: MNC Media

JAKARTA – Menghadapi berbagai tekanan di tempat kerja bisa membuat seorang karyawan stres di kantor. Apalagi saat memasuki fase tersebut membuat performa pekerjaan akan semakin menurun. Bukannya disenangi rekan kerja, justru Anda bisa semakin tidak disukai karena dianggap tidak serius.

Maka penting sekali bagi Anda untuk mempelajari berbagai strategi mengatasi stres di kantor. Bahkan, sangat disarankan untuk lebih peka mengenali gejala-gejala sejak awal sebelum stres makin memuncak.

Hal itu menjadi salah satu paparan utama psikolog muda, Silvany Dianita Sitorus saat berbagi tips bagaimana mengenali dan mengelola stres secara baik dan benar pada talkshow yang digelar MNC Group melalui MNC Peduli. Bertema “Cara Jitu Mengatasi Stres di Kantor”, acara bincang-bincang itu dihelat di MNC Studio, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa 3 Maret 2020.

Lebih jauh Silvany memaparkan hal buruk apa saja yang akan terjadi jika seseorang tidak dapat mengelola stresnya secara baik. Menurutnya hal tersebut bisa menghadirkan kesalahan yang fatal

“Dampak terburuk untuk pribadi bisa macam- macam. Kalau sudah stres sekali bisa menarik diri dari lingkungan, bisa mengalami gangguan secara mental juga, dan bisa memungkinkan dia melukai diri sendiri,” kata Silvany.

Silvany menjelaskan faktor penyebab dari stres ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Contoh faktor internal adalah kurangnya motivasi diri, persepsi terhadap diri sendiri, kepribadian serta kebutuhan diri.

Baca juga:  Ini 7 Trik Mudah Aagar Senyum Lebih Mempesona

“Faktor eksternalnya antara lain keluarga, pekerjaan, deprivasi, dan lingkungan,” katanya.

Menurutnya jika seseorang sudah mengalami stres, maka akan ada empat reaksi yang dilakukan oleh tubuh. Yaitu secara fisiologis menyebabkan penyakit seperti maag, gangguan kardiovaskuler, sakit kepala, dan hipertensi. Lalu menimbulkan reaksi psikologis yang bisa menyebabkan seseorang tidak puas pada dirinya sendiri, semua yang dia lakukan tergantung pada suasana hatinya, depresi hingga emotional fatigue.

Stres juga sangat berpengaruh pada perilaku sehari-hari seperti performa kerja menurun, burn out serta lemah mengambil keputusan. Lalu reaksi terakhir yang bisa dilakukan orang stres yaitu mengisolasi dirinya, membenci orang lain, dan dia tidak mau terlibat dalam kegiatan sosial.

“Sebenarnya, penyebab utama dari stres yaitu overthinking. Rata-rata pasien yang datang ke saya keluhannya begitu. Bagaimana cara mengatasinya? Gampang. Cari solusi dari masalah-masalah yang ada dan jangan menyelesaikan masalah dengan masalah” ujar Silvany.

Silvany menambahkan overthinking tersebut memiliki banyak dampak jika ini dialami oleh pekerja yaitu penurunan prestasi kerja, peningkatan ketidakhadiran kerja, dan terjadinya kekacauan operasional kerja. Kemudian mengganggu kenormalan aktivitas kerja, menurunkan pemasukan dan keuntungan perusahaan, menurunkan finansial bagi perusahaan, dan menimbulkan ketegangan dan konflik antarkaryawan.

“Maka dari itu, kenalilah gejala stress dari awal agar tak terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan,” kata Silvany.