Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Talkshow Koran SINDO: Wakaf Menjadi Investasi Pahala

JAKARTA – Wakaf merupakan satu bagian ibadah dalam pelaksanaan perintah Allah SWT. Wakaf yang diberikan secara baik dapat menjadi investasi pahala di masa depan.

Di acara talkshow “Wakaf Zaman Now” di Gedung SINDO, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018), Ustaz Bobby Herwibowo menjelaskan tentang perbedaan wakaf, infaq, dan sedekah. Infaq atau sedekah merupakan pemberian sesuatu yang mana manfaatnya akan habis saat itu juga.

Sementara wakaf, kata dia, manfaatnya tak akan habis-habis. “Misal mewakafkan tanah untuk dibangun masjid. Saat masjid dibangun dan dimanfaatkan orang banyak serta beda generasi pun tetap ada. Begitu juga pahalanya yang akan terus mengalir,” terangnya.

Menurut Bobby pemberian wakaf tidak akan membuat rezeki kita tersendat, karena wakaf menjadi abadi dan berkembang setiap harinya seiring perkembangan zaman.

Dia mencontohkan yang dilakukan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Saat mendirikan organisasi tersebut, KH Ahmad Dahlan sempat menjual seluruh perabotannya untuk membayar gaji guru.

Namun seiring berjalannya waktu, Muhammadiyah berkembang dan memiliki sekolah-sekolah. Semua itu bila dirunut merupakan pemberian KH Ahmad Dahlan. “Jadi bisa dikatakan KH Ahmad Dahlan menjadi orang terkaya. Wakafnya yang diberikan beberapa tahun ke belakang telah berkembang,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Chief Legal & Compliance Deputy Head of Sharia Unit Komika SUCI2, PT AJ Generali Indonesia Arry Wibowo menjelaskan, bagi siapa pun tidak harus takut untuk memberikan wakaf sekalipun bernilai kecil.

Baca juga:  Jelang Hari Ibu Karyawati MNC Sekuritas Tampil Cantik Bersama Revlon

Bagi dia wakaf zaman now bukan lagi karena mampu, tapi karena mau. Jadi mampukah semua orang melakukan wakaf?

“Maka itu, kita mau ubah paradigma, jadi wakaf zaman now itu meski uangnya relatif kecil, kita tetap bisa melakukan wakaf. Lalu, bagaimana wakaf zaman now bisa dipakai untuk membangun jembatan atau masjid, ya dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Kendati demikian, pemberian wakaf harus diukur untung dan ruginya sebab jangan sampai wakaf ke depannya akan merugikan orang lain, apalagi setelah meninggal.*

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1