Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Soto Ditetapkan Jadi Makanan Nasional

JAKARTA – Ragam kuliner Nusantara merupakan wujud kekayaan budaya Indonesia. Namun, dari sekian banyak kuliner yang ada, Indonesia tidak memiliki makanan nasional. Padahal, kuliner bisa sebagai simbol identitas wilayah secara lokal serta merepresentasikan Indonesia di dunia internasional.

“Kami  harus memiliki national food. National food itu identitas Indonesia. Sangking banyaknya kita jadi merasa tidak memiliki. Padahal, kuliner itu nilainya tinggi. Terbukti, 30% orang spendingnya saat traveling tinggi di kuliner,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

“Kalau kita nggak milih, nggak akan punya apa-apa. Coba sekarang siapa yang bisa jawab, makanan Indonesia apa? Banyak kan?,” tambahnya.

Berdasarkan fakta tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan lima makanan nasional. Salah satunya adalah soto. Selain lezat, makanan ini dinilai mampu mencerminkan Indonesia. Soto juga mudah ditemukan di mana saja dan hampir setiap hari masyarakat Indonesia makan soto.

“Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) menetapkan national food Indonesia soto. Mengapa soto? Soto itu ada 72 jenis. Orang makan soto kapan saja dan dimana saja. Dimana-mana ada soto,” jelasnya.

Sementara, Kemenpar juga memilih rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado sebagai makanan nasional. Arief menjelaskan, rendang sebagai makanan yang sudah dikenal didunia dan diakui kelezatannya memiliki nilai budaya yang tinggi.

“Kemenpar memilih lima. Pertama rendang, kedua soto, tiga nasi goreng, empan sate, dan kelima gado-gado.  Rendang itu culture valuenya sangat tinggi. Dia otentik Indonesia,” tandasnya. (Sindonews)

Tags: