Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Sepintas Mirip, Simak Perbedaan Gejala Virus Korona dan Flu Biasa

Foto: MNC Media

JAKARTA – Kekhawatiran masih terus menyelimuti masyarakat Indonesia terkait pandemi virus korona atau COVID-19. Pasalnya, sebagai negara terdampak, kasus pandemi positif virus korona di Indonesia terus meningkat dalam sepekan terakhir.

Hingga (16/3/2020) dilaporkan ada 134 kasus positif virus korona baru di Indonesia, dengan 5 orang di antaranya meninggal dunia, dan 8 pasien sembuh. Sementara di seluruh dunia, kasus positif virus korona mencapai lebih dari 156 ribu orang dengan 5.835 pasien meninggal dunia dan hampir 76 ribu orang dinyatakan sembuh.

COVID-19 dinilai sulit terdeteksi oleh sebagian orang. Pasalnya, infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun bisa berakibat fatal. Lantas, apa yang membedakan flu biasa dengan infeksi virus korona atau COVID-19?

Berikut adalah perbedaan gejala flu biasa dengan gejala infeksi virus korona atau COVID-19.

Gejala

Penyebaran yang meluas, seharusnya tidak hanya menyebabkan kepanikan, tetapi juga lebih peka terhadap tubuh dengan mengenali gejala-gejala virus korona baru. Beberapa tanda virus korona yang khas adalah demam, batuk kering, napas tersengal, otot pegal, dan kelelahan.

Kemudian gejala yang kurang khas seperti penumpukan dahak, sakit kepala, hemoptisis (batuk darah), dan diare. Terakhir, gejala atipikal di antaranya hidung beringus dan sakit tenggorokan.

Berbeda dengan flu

“Hidung beringus dan sakit tenggorokan adalah tanda-tanda khas infeksi saluran pernapasan atas. Karena itu, orang yang menderita bersin atau tersedak kemungkinan menderita flu atau pilek,” demikian dilansir iNews.id yang dikutip dari DW, Minggu (15/5/2020).

Baca juga:  MNC Peduli Serahkan Bantuan ke Sejumlah Rumah Sakit di Jakarta dan Bekasi

Sementara itu virus korona baru umumnya mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, dan sebagian besar yang terinfeksi menunjukkan batuk kering, sesak napas, atau pneumonia.

Menurut laporan Khou, tingkat keparahan gejala COVID-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius.

Kadang Tak Bergejala

Terlepas dari gejala-gejala umum yang telah disebutkan, tak jarang orang yang terinfeksi virus korona baru tidak memiliki gejala. Menurut Robert Koch Institute (RKI), sebuah badan pengendalian dan pencegahan penyakit pemerintah Jerman, virus baru tersebut memiliki masa inkubasi 14 hari.

Pencegahan

Berbeda dengan flu, virus korona baru belum memiliki vaksin dan antivirus sehingga hal yang dapat dilakukan adalah pencegahan. WHO dan CDC merekomendasikan mengikuti tindakan pencegahan standar untuk menghindari virus korona baru, di antaranya:

1. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air, atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
2. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau tisu ketika Anda batuk atau bersin.
3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda jika tangan Anda tidak bersih.
4. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang sakit.
5. Hindari berbagi piring, gelas, tempat tidur, dan barang-barang rumah tangga lainnya jika Anda sakit.
6. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering Anda sentuh.
7. Tinggal di rumah dan hindari tempat kerja, sekolah, dan area publik jika Anda sakit.