Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Selain Sakit Kepala, Ini Gejala yang Dialami Tubuh Anda ketika Stres

HIDUP di perkotaan sangat lekat dengan gaya hidup yang tergesa-gesa dan hal ini tak jarang menyebabkan Anda stres. Apalagi rutinitas seperti macet dan sibuk selalu mewarnai hari-hari Anda.

Tetapi mungkin karena saking sibuknya, kita kerap melupakan sedang mengalami stres. Meski demikian, ada beberapa gejala yang dirasakan tubuh ketika Anda mengalami stres. Sebab, kesehatan mental dan kesehatan fisik saling berkesinambungan.

Simak sejumlah gejala fisik yang dialami tubuh ketika stres:

Masalah Pencernaan

Tahukah Anda jika sebenarnya otak dan perut memiliki banyak kesamaan? Begitu juga ketika kita stres dan secara langsung berdampak pada kesehatan pencernaan kita. Hal ini karena kecemasan dan stres dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak asam di bagian pencernaan Anda dan ini membuat perut Anda mulas. Stres dapat meningkatkan gas di lambung, serta kontraksi di usus hingga menyebabkan diare.

Sakit pada Otot

Ketika Anda berada di bawah tekanan stres yang berlebihan, secara tak sadar tubuh merespons melalui rasa nyeri pada otot-otot Anda. Ketika tubuh Anda sedang banyak memproduksi hormon kortisol atau hormon stres, Anda pasti merasakan gejala sakit di bagian punggung atau leher.

Masalah Tidur

Anda bisa mengalami gangguan tidur ketika stres atau sebaliknya. Anda bisa stres jika mengalami gangguan tidur. Korelasi ini tak bisa dipisahkan. Namun jika stres, waktu tidur Anda aneh. Kadang Anda merasa harus tidur seharian, tetapi di waktu lain tak ingin tidur sama sekali. Jika Anda tiba-tiba ingin tidur di ranjang sepanjang hari, atau jika Anda benar-benar tidak dapat bangun dari tempat tidur di pagi hari belakangan ini, mungkin Anda mengalami tanda-tanda depresi, di mana tingkat stres sangat tinggi.

Baca juga:  MNC Life & Reliance Finance Kerja Sama Berikan Asuransi Jiwa kepada Debitur

Sakit Kepala

Stres tak hanya mengganggu pencernaan dan otot, tetapi juga kepala Anda. Sebab saat stress, otot Anda akan tegang. Itu artinya, otot Anda keseluruhan dari kepala sampai kaki akan merasakan dampaknya. Inilah yang menyebabkan kepala Anda merasa nyeri, berdenyut, hingga migrain.

Perubahan Nafsu Makan

Tak cuma orang yang sedang berada dalam masa pramenstruasi yang mengalami perubahan nafsu makan, tetapi mereka yang mengalami tekanan atau stres juga merasakannya. Mereka yang sedang stres, umumnya makan lebih banyak atau makan lebih sedikit daripada kondisi biasanya. Hal ini disebabkan hormon stres glukokortikoid, hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi yang menstimulasi nafsu makan Anda.

(Sumber: iNews)

Tags: