Ketik pencarian Anda

MNC Peduli

WHO Sebut 9,6 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Pendengaran, MNC Peduli Gencar Beri Alat Bantu Dengar

Berdasarkan data dari WHO Multicenter Study, jumlah penderita gangguan pendengaran di Indonesia cukup tinggi, sekitar 4,6% penduduk atau 9,6 juta jiwa. Angka ini sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara ke-4 terbanyak di dunia yang memiliki jumlah penderita gangguan pendengaran setelah Sri Lanka (8,8%), Myanmar (8,4%) dan India (6,3%).

Sementara lebih dari 5% populasi dunia atu 360 juta jiwa adalah tunarungu (328 juta orang dewasa dan 32 juta anak-anak). Sekira sepertiga orang berusia di atas 65 tahun mengalami gangguan pendengaran. Prevalensi pada kelompok usia ini paling banyak terjadi di Asia Selatan, Asia Pasifik dan sub-Sahara Afrika.
Penyebab gangguan pendengaran diantaranya faktor gen, komplikasi saat lahir, penyakit menular tertentu, infeksi telinga kronis, penggunaan obat tertentu, terpapar kebisingan yang berlebihan, dan penuaan.

Meskipun begitu, 60% gangguan pendengaran pada anak-anak dapat dicegah. Adapun 1,1 miliar penduduk dunia usia 12-35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat terpapar kebisingan di lingkungan sekitarnya.

Penderita gangguan pendengaran jika diidentifasi sejak dini serta dibantu dengan penggunaan alat bantu dengar, implan koklea dan alat bantu lainnya; captioning dan bahasa isyarat beserta bentuk dukungan pendidikan dan sosial lainnya dapat memberikan manfaat untuk dirinya dan lingkungannya.

Merujuk pada data tersebut, MNC Group melalui MNC Peduli pun gencar menyerahkan bantuan berupa alat bantu dengar gratis kepada para masyarakat yang memiliki keterbatasan fungsi fisik salah satunya penderita gangguan pendengaran atau tunarungu.

Baca juga:  MNC Peduli-Yayasan Jalin Kasih Gelar Operasi Bibir Sumbing di Gombong

MNC Peduli dalam perannya, memberikan kontribusi sosial yang nyata pada sesama dan lingkungan sekitar. Pada Selasa (5/12/2017), alat bantu dengar diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Dengan diberikannya alat bantu tersebut, diharapkan para penerima bantuan terutama anak-anak dapat  bersosialisasi dan berprestasi lebih baik lagi. Sementara untuk orang dewasa bisa bekerja sehingga memiliki kehidupan yang mandiri.

“Tentu mereka bisa lebih baik setelah menerima bantuan. Untuk anak-anak mereka bisa bersosialisasi dan juga berprestasi. Sedangkan untuk yang dewasa bisa bekerja dan beraktivitas kembali,” kata Ketua Dewan Pembina MNC Peduli Liliana Tanoesodibjo di gedung MNC News Center, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

 

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1