Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Prahara di Bukik Tuo: Warga Tak Percaya Citra, Palasik

Foto: Official MNC Picture

JAKARTA – Kekuatan Nan Hitam Palasik nyaris mengenai Citra. Tapi saat itu Rodiah muncul menolong Citra. Nan Hitam pun gusar. Datuk Malenggang menekan Rizal untuk menjauhi Citra. Tapi Rizal menolak karena ia diminta Datuk Rajo Gadang untuk menjaga Citra. Rizal justru menyuruh Datuk Malenggang tak menganggu Citra lagi.

Malam harinya, Rizal mengantar Citra pulang. Saat itu mereka melihat palasik laki-laki yang berusaha menculik seorang bocah (Raffi). Citra shock melihat palasik itu, sementara Rizal berhasil menghalau palasik dan menyelamatkan Raffi. Kejadian ini membuat Citra percaya akan adanya palasik. Sementara itu, tubuh palasik perempuan yang dicari-cari warga akhirnya ditemukan.

Warga Yakin Citra Bukan Palasik

Warga jadi makin yakin kalau Citra bukan palasik. Saddah gusar mengetahui hal itu. Apalagi semakin banyak warga yang berobat ke Citra. Ulang tahun ke 25 Citra makin dekat. Citra lalu bermimpi tentang dua buah nisan yang berdampingan. Saat terbangun, Citra melihat cahaya putih berkelebat di luar rumah. Citra yang penasaran memgikuti cahaya putih yang membawanya ke Lubuk larangan. Saat itu Citra kesandung sesuatu.  

Ternyata ada dua buah nisan yang berdampingan. Citra kaget karena nisan itu sama persis dengan mimpinya. Saat itulah Citra mendapat kilasan ingatan acak tentang seorang wanita (ibu kandung Citra). Citra kebingungan. Mendadak muncul harimau yang melompat ke arah Citra. Untungnya Rizal muncul lalu menolong Citra.

Video: Official MNC Picture

Besoknya, Citra dikejutkan dengan kedatangan Bima, sahabat Citra yang sejak lama menyukainya. Citra minta Bima pulang ke Jakarta tapi Bima menolak. Bima yang kesal melihat kedekatan Citra dengan Rizal, malah nekad mengontrak rumah di dekat rumah Citra. Datuk Malenggang diberi tahu anak buahnya tentang kemunculan Bima. Datuk Malenggang kesal karena saingannya untuk mendapatkan Citra bertambah. Rosma yang mengetahui hal itu gusar.

Rosma menemui Nan Hitam dan minta Nan hitam membuat jampi-jampi untuk melukai Citra. Citra yang hendak ke puskesmas diantar Rizal, dikejutkan oleh munculnya angin kencang. Angin itu membuat bebatuan di atas tebing berjatuhan tepat ke arah Citra dan Rizal. Saat berusaha melarikan diri, Citra dan Rizal malah terperosok ke dalam lembah.

Baruno

MNC Update Managing Editor

    1