Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Perceraian Orangtua Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

JAKARTA – Perceraian atau keretakan rumah tangga yang terjadi pada orangtua kerap meninggalkan trauma bagi anak. Beberapa anak mungkin mengalami kondisi psikologis yang berbeda seperti tenggelam dalam kesedihan, atau menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi lantaran dua orang yang paling dicintai harus berpisah.

Seorang pakar perilaku manusia dan ilmu parenting asal Amerika Serikat Dr. Gail Gross seperti dikutip dari iNews.id dari Huffington Post, Rabu (4/4), mengemukakan respons anak-anak baik anak di bawah usia lima tahun (balita) maupun yang sudah duduk di bangku sekolah terhadap perceraian orangtua dipengaruhi oleh lingkungan yang dibuat orangtuanya sebelum, selama, dan setelah perceraian.

Namun, kata dia, anak-anak dari berbagai usia akan memiliki pemahaman yang berbeda tentang apa artinya perceraian, serta bagaimana reaksi untuk menjaga emosi dan mentalnya. “Otak yang berkembang pada anak usia dini dapat sangat rentan terhadap stres. Anak-anak usia sekolah yang sedang proses mengembangkan identitas mereka sendiri dapat terkena dampak negatif,” tutur Dr. Gail Gross.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan jika perceraian terjadi saat anak berusia balita,  kemungkinan mereka lebih rentan terhadap masalah emosional di kemudian hari.  “Balita usia satu hingga tiga tahun memiliki kemampuan kognitif yang terbatas. Mereka bingung tentang perceraian. Lebih jauh lagi, mereka tidak memiliki keterampilan untuk mengatasi perubahan,” ujarnya.

Hal ini berbeda dampaknya bagi anak-anak di usia sekolah yakni 6 sampai 12 tahun. Menurut Dr. Gail Gross, tak hanya penurunan kualitas pendidikan anak, tetapi juga mental yang terganggu sehingga cenderung mereka menjadi lebih agresif.

Baca juga:  Wow! Ini 3 Manfaat Besar Puasa untuk Otak

“Anak-anak usia enam hingga 12 tahun berduka karena kehilangan pernikahan orangtua mereka. Hampir tidak dapat dibayangkan bahwa orangtua mereka, yang menjadi milik mereka, tidak lagi hidup bersama, dan kenyataannya satu orangtua hidup terpisah,” tutur Dr. Gail.

Meski efek buruk pada anak seringkali muncul akibat perceraian orangtua, namun ada cara lain mengurangi dampak negatif tersebut. “Oleh karena itu, pekerjaan utama Anda sebagai orangtua adalah membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan berhasil, ada untuk mereka, dan memastikan mereka tahu bahwa mereka dicintai,” tandasnya.*

 

 

 

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1