Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Pemred KORAN SINDO, Djaka Susila: Penghargaan dari Kemendikbud Jadi Pelecut Konsistensi

Z3Foto: MNC Update

KORAN SINDO kembali memperpanjang daftar perolehan penghargaan yang diraihnya. Terbaru, media cetak milik MNC Group ini berhak atas penghargaan sebagai media massa cetak terbaik dalam penggunaan Bahasa Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2019 yang digelar oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud. Penganugerahan diberikan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Prestasi ini juga sekaligus menunjukkan konsistensi KORAN SINDO dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Pasalnya, pada 2018 silam, KORAN SINDO menerima penghargaan yang sama dari Kemendikbud.

Bagi redaksi KORAN SINDO sendiri, pencapaian ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan atas kerja keras serta komitmen redaksi dalam menyampaikan informasi secara berkualitas, khususnya dalam berkomunikasi dengan pembaca setia.

“Kami ucapkan terima kasih pada Kemendikbud yang telah memberikan apresiasi. Ini juga menjadi pelecut bahwa menggunakan bahasa Indonesia sangat penting, khususnya dengan tepat dan juga benar. Dan, KORAN SINDO selalu konsisten melakukan hal itu,” kata Pemimpin Redaksi Djaka Susila kepada MNC Update, di Jakarta, Kamis (30/10/2019)

Diungkapkannya, sejak terbit pada tahun 2005, KORAN SINDO sudah memiliki subdivisi yakni redaktur bahasa. Melalui para editor bahasa inilah,seluruh artikel dan materi dari jurnalis melalui proses penyesuaian dengan logika kalimat dan bahasa.

Video: MNC Update

“Kita akui memang 100% tidak sesuai EYD karena sesuai dengan pengamatan tentang bahasa yang dipahami masyarakat. Memang ada wilayah kompromi tapi kita juga mengkampanyekan penggunaan bahasa, penulisan istilah dan diksi yang tepat,” ujar alumni Fisip Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.

Baca juga:  Tim Basket MNC Media Jaga Asa Lolos Fase Knock Out

Ia mencontohkan, KORAN SINDO masih menggunakan diksi ‘gadget’, selain juga sudah memakai ‘gawai’ dengan pertimbangan istilah yang merujuk pada perangkat bantu pekerjaan tersebut lebih familiar dan lebih dipahami. Meskipun demikian, ditegaskan Djaka, redaksi Koran SINDO berkomitmen mengkampanyekan bahasa yang tepat.

“Seperti ‘optimis’ yang kurang pas karena seharusnya ‘optimistis’ dan lain-lain. Penggunaan bahasa seperti itu menjadi bahan pelajaran dan pengetahuan bagi pembaca,” ulasnya. Hal itu juga sejalan dengan peran media massa secara umum, dan dalam hal ini koran, sebagai sumber wawasan, edukasi dan juga hiburan bagi khalayak.

Pada malam penyerahan penghargaan, plakat dan piagam diberikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) utusan Provinsi Nusa Tenggara Timur Abraham Paul Liyanto kepada Wakil Redaktur Pelaksana KORAN SINDO Armydian Kurniawan. Penyerahan itu disaksikan Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Dadang Sunendar dan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbud Hurip Danu Ismadi.

“Kami juga ingin mendorong media massa agar meningkatkan kualitas bahasanya,” kata Dadang Sunendar. Adapun koordinator penilaian penggunaan Bahasa Indonesia di media massa cetak nasional, Eko Marini mengungkapkan, pihaknya melakukan seleksi ketat dan penilaian terhadap seluruh media cetak yang beredar di Indonesia.