Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Pemerintah Antisipasi Kelebihan Bawaan Jamaah Haji

MAKKAH – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama terus mengantisipasi terjadinya kelebihan berat barang bawaan para jamaah haji yang mulai kembali ke Tanah Air.

Pelepasan perdana kepulangan jamaah haji 2017 dilakukan pada Rabu (6/9/2017) sekira pukul 01.00 waktu Arab Saudi atau pukul 05.00 WIB. Jamaah yang diterbangkan ke Tanah Air adalah kelompok (kloter) asal Medan.

Sebelum pulang, jamaah haji akan melakukan proses penimbangan koper terlebih dahulu. Ada sejumlah ketentuan yang harus di patuhi di antaranya adalah berat maksimal koper 32 kilogram (kg). Persyaratan tersebut sudah disampaikan kepada para jamaah, sehingga barang bawaan terutama oleh-oleh bisa dibawa pulang.

Kepala PPIH Daerah Kerja Makkah, Nasrullah Jasam, menilai jamaah haji Indonesia sudah memahami ketentuan penimbangan. Menurutnya, hal ini ditandai dengan rata-rata koper mereka yang tidak melebihi berat maksimal saat dilakukan penimbangan.

“Koper yang ditimbang umumnya sesuai ketentuan, maksimal 32 kg. Ada beberapa koper yang beratnya masih lebih 32 kg dan disampaikan ke jamaah untuk dikurangi agar sesuai dengan jumlah maksimal,” ujar Nasrullah Jasam usai meninjau penimbangan koper bagasi jamaah UPG 02 dan MES 02 di Sektor IV, Aziziyah Janubiyah, Makkah, Selasa (5/9/2017).

Selain itu, lanjutnya, masih kerap ditemukan jamaah haji yang membawa selain oleh-oleh khas Arab Saudi di dalam koper jamaah setiap tahunnya. Berbagai cara dilakukan jamaah untuk mengecoh para petugas.

Misalkan air zam-zam yang dimasukan ke dalam pipa atau di dalam botol kemudian dilakban. Namun, itu semua akan diketahui oleh pihak bandara melalui proses cek berat dan koper di cek melalui x-ray. *