Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Pemain Preman Pensiun Kenang 1000 Hari Kepergian Didi Petet

TANGERANG – Tanpa terasa, kepergian aktor legendaris Indonesia, Didi Widiatmoko atau yang akrab disapa Didi Petet, sudah genap 1.000 hari. Didi Petet meninggal di usia 58 tahun pada 15 Mei 2015 silam. Sebagai seniman, tentu karya-karyanya terus dikenang.

Dia menggeluti industri hiburan Tanah Air sejak 1980-an dan mulai populer saat berperan sebagai Kabayan dalam film Si Kabayan Saba Kota. Tak hanya sebagai aktor film, Didi Petet juga membintangi mulai dari seni teater hingga sinetron.

Sinetron terakhir yang dibintanginya adalah Preman Pensiun (2015). Sepanjang syuting sinetron produksi MNC Pictures ini, Didi Petet merupakan panutan bagi para pemain dan kru di lokasi syuting.

Komunikasi dan interaksi dengan almarhum juga masih membekas dan menjadi kenangan para kru dan pemain hingga saat ini. Guna mendoakan dan mengenangnya, para pemain Preman Pensiun mengunjungi kediaman Didi Petet di Bambu Apus, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018) pada genap 1.000 hari meninggalnya Didi Petet.

Momen ini juga sekaligus untuk silaturahmi dengan keluarga almarhum. Hadir para pemain Preman Pensiun seperti Ica Naga Pirmansyah (Pipit), Denny Firdaus (Murad), Andra Manihot (Dikdik), Muhammad Jamsari (Gobang), Fajar Khuto (Ujang), Abenk Marco Capallera (Cecep), Kristiano Purwo (Bohim), Mang UU, dan Sandi File (Amin).

“Ini adalah silaturahmi sekaligus mengenang 1.000 harinya almarhum Didi Petet. Dan yang terpenting, kami akan melakukan ziarah, yang artinya tak melupakan jasa-jasa beliau, kontribusi beliau di bidang seni, film, budaya Indonesia,” ucap pemeran utama Kang Mus di Preman Pensiun, Epy Kusnandar di kediaman almarhum Didi Petet.

Baca juga:  Lima Suku yang Tersohor Kesaktian Ilmu Hitamnya di Indonesia

Epy juga mengungkapkan, Didi Petet itu adalah guru tanpa menggurui. Pesan yang paling diingat pemeran utama Preman Pensiun itu adalah jangan berhenti untuk terus berkarya. “Sebagai manusia, kalau kita tidak kreatif, itu setengah hidup,” ujar Epy.

Sementara itu, istri almarhum Sriasih mengenang sosok sang suami yang penyabar, jarang marah, dan selalu mengalah. Ia juga berpesan pada penerus industri hiburan, terutama para pemain Preman Pensiun untuk terus berkarya.

“Mungkin, kita-kita ini yang masih hidup, harus berkarya terus, berkarya terus. Jadi menurut saya, jangan ada habisnya, terus berkarya,” katanya.*

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1