Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

MNC Travel Berwisata di Batas Negeri

NUNUKAN – Pratu Sonny berdiri bersiaga dengan sepucuk senjata berada digenggamannya. Jari telunjuk tangan kanannya tepat di pelatuk, sementara tangan kirinya memengang selongsong.

“Ada keperluan apa macik ke Indonesia,” tanya dia sambil tersenyum ramah kepada seorang pelintas.

Hari itu, Pratu Sonny dan bersama beberapa tentara lainnya tampak sibuk. Mereka berjaga dan memeriksa satu persatu barang bawaan pelintas mulai dari isi kantong, tas, hingga karung-karungan.

Itulah suasana di Garis Batas Negara (GBN) di kawasan Patok 3, RT 02/01, Dusun Abadi, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Di wilayah perbatasan ini, ancaman kedaulatan dan penyelundupan barang bisa terjadi setiap waktu. Karena itu penjagaan ketat dilakukan pihaknya di wilayah ini.

Setiap hari tentara penjaga perbatasan melakukan penjagaan, pengecekan keluar masuk orang dan barang dilakukan. Salah sedikit, ancaman kedaulatan bisa terjadi.

Mereka melakukan pengecekan, mulai dari kartu identitas, tujuan, hingga waktu kunjungan. Ada pula yang melakukan pencatatan di lembar buku besar, sedangkan satu tentara lain melakukan pengecekan barang.

Di Pulau Sebatik sendiri, ada 1 satuan setingkat kompi (SSK) berjumlah 72 orang. Mereka tersebar di empat pos, mulai dari Tanjung Aru, Aji Kuning, Bukit Kramat, dan Pos Bambangan. Selain Yonif Raider, ada pula dari Satuan Marinir, dan Polri yang ikut melakukan penjagaan.

Terpisah, Sekretaris Daerah Pemkab Nunukan Serfianus menjelaskan dari 19 kecamatan yang ada di wilayahnya, 15 kecamatan berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuat daerahnya cukup rawan.

Baca juga:  Resmikan Galeri Investasi di Universitas Wiralodra, MNC Sekuritas Ekspansi ke Indramayu

“Pelintasan Nunukan pintu keluar masuk untuk TKI yang sementara ini sudah turun-temurun pelintasan disini,” ucap Serfianus.

Dikatakannya lebih lanjut, kondisi wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia, membuat persoalan TKI bukan menjadi hal yang baru. Ia tak menampik banyak pekerja Indonesia yang masuk ke Malaysia melalui jalur tikus dan tak memiliki dokumen resmi.

Karena itu untuk mengawasi hal ini dibutuhkan aparatur di Kabuten Nunukan dan Instansi Vertikal untuk melakukan pengawasan. Pelintas wajib disertai dokumen yang lengkap. Sebab, kalo dokumenya tidak lengkap akan menjadi masalah ketika memasuki wilayah Malaysia.

Head Of Marketing MNC Travel, Diana Ring melihat kondisi garis batas Indonesia merupakan potensi unik untuk di jadikan lokasi wisata. Dengan menjadikan kawasan perbatasan menjadi lokasi wisata, maka akan menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Dan kita mau membantu untuk mengexplore apa saja yang dikerjakan atau pengelolaan BNPP sendiri. Potensi garis batas maupun pelintas,” ucap Diana.

Terhadap kondisi itu, Diana mengakui dirinya telah bekerjasama dengan BNPP yang merupakan Corporate klien MNC Travel. Dalam hal ini, MNC berkomitmen untuk menjelajah kawasan perbatasan, termasuk mengelolah apa yang dilakukan BNNP seperti mengecek koordinat patok dan menyisir garis batas.*

 

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1