Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

MNC Pictures Angkat Kisah Kegigihan Hidup Lewat ‘Ranah 3 Warna’

Foto: MNC Media

JAKARTA – – Rumah produksi MNC Pictures akan mengangkat film berjudul Ranah 3 Warna ke layar lebar. Proses produksi akan dimulai secara resmi pada September tahun ini.

Ranah 3 Warna adalah novel kedua karya Ahmad Fuadi. Novel ini merupakan kedua dari trilogi Negeri 5 Menara bercerita tentang Alif yang baru selesai menamatkan sekolah di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur dan perjalanannya mewujudkan mimpi menjadi Habibie di Teknologi Tinggi Bandung, lalu merantau untuk menggapai jendela dunia sampai ke Amerika.

Cerita Ranah 3 Warna dalam versi film akan mengalami perkembangan dan tidak sama persis dengan novelnya. “Tidak akan 100 persen sama, dan mudah-mudahan kelanjutan Negeri 5 Menara ini tayang akhir tahun,” ucap Ahmad Fuadi sembari berharap.

Nah, apa saja fakta yang terdapat dalam film Ranah 3 Warna ini, simak ulasannya di bawah ini:

1. Ada ‘Mantra’ baru

Alif masih teringat dengan mantra “Man Jadda Wajada”, namun tak cukup sakti untuk menyelesaikan masalahnya. Lalu ia kembali teringat dengan pesan yang diajarkan kiai di Pondok Madani, “Man Shabara Zhafira”, siapa yang bersabar akan beruntung.

2. Nama asli Pondok Madani

Nama asli Pondok Madani adalah Pondok Modern Darussalam. Pondok yang berlokasi di desa Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, ini didirikan pada tanggal 20 September 1926 oleh tiga orang bersaudara, yaitu KH Ahmad Sahal (1901 – 1977), KH Zainudin Fananie (1908 – 1967) dan KH Imam Zarkasyi (1910 – 1985). Pondok ini lebih dikenal dengan sebutan Pondok Modern Gontor atau Gontor saja. Saat ini, Pondok Modern Gontor dipimpin oleh KH Hasan Abdullah Sahal, Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan KH Syamsul Hadi Abdan.

Baca juga:  Keren! Okezone Jadi Portal Berita Nomor Satu di Indonesia

3. Turunkan berat badan

Aktor muda Arbani Yasiz didapuk sebagai pemeran utama dalam film adaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi, Ranah 3 Warna. Selain proses reading dan belajar karakter Alif melalui novel Ranah 3 Warna setebal 400 lebih halaman, Arbani juga menurunkan berat badan demi totalitas peran.

“Harus ngurusin badan sih sebenarnya. Kemarin baru berhasil nurunin lima kilogram,” tutur Arbani saat ditemui usai acara syukuran di bilangan Jakarta Barat, Selasa (3/9/2019).

4. Kanada

Alif yang masih memegang impian pergi ke Amerika, semula tidak tahu bagaimana cara untuk bisa mencapainya. Namun, yang dia tahu saat itu hanyalah kuliah, dan harus di universitas Negeri, supaya tidak memberatkan orangtuanya dari segi ekonomi. Impiannya ke Amerika akhirnya tercapai ketika Alif memenangkan kompetisi pertukaran pelajar ke berbagai negara, di mana salah satunya adalah ke Kanada di benua Amerika. Banyak kisah yang menarik semasa ia di Kanada. Mulai dari taktik, strategi, dan kesabaran Alif untuk mendapatkan waktu wawancara dengan tokoh pro dan kontra referendum Quebec yang ternyata tak semudah di angan.

5. Universitas Padjajaran

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Presiden ketiga BJ Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika. Namun, pada akhirnya perjuangannya tidak sia-sia sehingga ia lulus dan masuk Universitas Padjadjaran di Bandung jurusan Hubungan Internasional, walau bukan Teknik Penerbangan ITB yang ia inginkan, tetapi dari Universitas itulah kesuksesannya berawal.

Baca juga:  Dukung Program Pemerintah, MNC Leasing dan Sany Luncurkan Pembiayaan DP Ringan

Selama kuliah di Bandung ia mengalami berbagai macam masalah, seperti minimnya uang bulanan, tidak punya uang lebih untuk membeli buku, ditambah lagi saat ayahnya meninggal dunia karena sakit. Alif sempat berpikir akan berhenti kuliah dan pulang kampung.

Bagaimana kisah selengkapnya? Tunggu tanggal mainnya di bioskop kesayangan Anda.