Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

MNC Peduli Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Korban Banjir di Lebak Banten

Foto: MNC Media

BANTEN – MNC Peduli bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten dan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Banten terjun langsung memberikan bantuan serta pemeriksaan kesehatan untuk mencegah para siswa terkena penyakit pascabanjir. Bantuan berupa 500 paket perlengkapan sekolah itu diberikan kepada para siswa SDN 2 Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo berharap, dengan bantuan perlengkapan sekolah itu para siswa dapat kembali bersemangat untuk pergi belajar ke sekolah. “Kami juga berharap semoga anak-anak dapat segera mendapatkan fasilitas sekolah yang lebih layak,” kata Jessica, di Jakarta, Kamis (20/20/2020).

Sementara itu, Sekertaris IDI Banten dr. Hadiwijaya. MPH. MHKes mengatakan, bantuan yang diberikan kepada para siswa SD tersebut guna memberikan semangat dan meringankan beban mereka pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Lebak, beberapa waktu lalu.

Selain menyerahkan bantuan, IDI bersama PDUI Banten juga memberikan pemeriksaan kesehatan untuk para siswa dengan mengerahkan beberapa dokter. “Sebanyak 500 paket yang disalurkan di Kampung Baluhuen ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban siswa pasca sekolah mereka dilanda banjir,” kata Hadiwijaya.

Kepala Sekolah SDN 2 Banjar Irigasi Ujang Andulrachaman menambahkan, bangunan sekolah SDN 2 Banjar Irigasi rusak akibat banjir bandang yang terjadi awal tahun lalu. Saat ini, ratusan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat yang terbuat dari bilik bambu.

Baca juga:  Perkuat Sinergi Tim Penjualan, MNC Group Gelar MNC Sales Day

“Selain bangunan sekolah yang hanyut sebetulnya masih banyak sekali kebutuhan, selain baju seragam juga atk, dan yang paling penting buku-buku pelajaran, itu yg paling penting sekali untuk anak,” ucapnya.

Meski cuaca panas karena harus belajar di tenda darurat, namun para pelajar ini tetap semangat mengikuti pelajaran yang diberikan. “Bukan hanya sekolah beberapa rumah orang tua mereka bahkan termasuk dalam sekitar 300 rumah yang ikut hancur dan hanyut terkena longsor dan banjir,” kata Ujang.