Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

MNC Peduli Edukasi Desa Binaan di Bekasi tentang Cuci Tangan dan Stunting

Foto: MNC Media

JAKARTA – MNC Peduli memberikan edukasi di Desa Binaan MNC Peduli yang berlokasi di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Edukasi tersebut berupa tata cara mencuci tangan yang baik dan gizi yang diperlukan anak-anak, Kamis (19/3/2020).

Ketua MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo mengatakan, sosialisasi tentang tata cara mencuci tangan yang baik dan efektif ini sekaligus dalam rangka mencegah penyebaran virus korona atau COVID-19. Sosialisasi tata cara mencuci tangan tersebut diikuti oleh para siswa dan guru di SDN Pantai Bakti 02, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Jadi salah satu hal yang MNC Peduli ingin lakukan adalah untuk mencegah penyebaran virus korona tersebut. Jadi di sana kami mengajarkan anak-anak cara cuci tangan yang baik, seringkali anak-anak agak lupa tentang hygiene mereka,” kata Jessica, Kamis (19/3/2020).

Kegiatan sosialisasi diisi dengan praktek mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan air dan sabun anti bakteri. Ada empat kondisi yang mengharuskan seseorang untuk mencuci tangan yakni sebelum dan sesudah makan, setelah memegang benda yang kotor, setelah buang air besar dan kecil, dan sebelum serta sesudah mengobati luka.

Melalui desain poster sosialisasi yang menarik, MNC Peduli memvisualisasikan enam tahap cara mencuci tangan. Pertama, membasahi seluruh tangan dengan air bersih mengalir. Kedua, disusul dengan menuangkan sabun ke telapak tangan.

Baca juga:  Unggul Agregat Gol, Juara 13 Kali Liga Champions Real Madrid Justru Didepak Ajax

Berikutnya yang ketiga, gosok sabun ke telapak dan sela jari. Keempat, bersihkan bagian kuku dan punggung tangan. Kelima, membilas tangan dengan air bersih mengalir dan terakhir atau keenam, mengeringkan tangan dengan handuk atau tisu.

MNC Peduli juga mengadakan sosialisasi stunting di posyandu dan kampung nelayan yang berada tak jauh dari lokasi SDN Pantai Bakti 02. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu yang sedang hamil dan memiliki balita.

Sosialisasi yang diberikan berupa edukasi tentang gizi yang diperlukan dari semasa anak masih di dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu jenis-jenis makanan yang harus dikonsumsi dan harus dihindari oleh para ibu hamil serta balita.

Terlebih lagi, isu stunting merupakan permasalahan yang tak kunjung selesai bagi masyarakat Indonesia. Meskipun angka stunting di Indonesia sudah menurun pada tahun 2019, tetapi masih belum bisa memenuhi standar World Health Organization (WHO) yakni angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Jessica mengungkapkan, sosialisasi stunting ini dilakukan karena pihaknya mendapati sebanyak 251 anak di desa ini ternyata mengalami stunting. “Jadi kita datang ke sana untuk memberikan sosialisasi agar semua mengerti bahwa 1000 hari pertama itu paling penting untuk anak-anak ini diberikan gizi yang memadai,” kata dia.

Gizi buruk pada anak, katanya, tidak hanya berdampak bagi kesehatan anak, tapi juga akan berpengaruh pada masalah sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depannya. Dengan kurangnya asupan gizi sejak kecil, tentunya akan menurunkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Cerita di Balik Sukses Panggung Inno Band - Jessica Tanoesoedibjo

“Harapannya supaya ke depannya anak-anak di desa Pantai Bakti nggak ada lagi yang stunting, biar orang tua juga mengetahui kalau misalkan pentingnya untuk memberi gizi pada anak-anaknya dan karena banyak juga yang nikah di usia yang agak digolongkan muda,” katanya.

Salah satu ibu rumah tangga, Nia, menyebutkan kegiatan yang dilakukan oleh MNC Peduli ini sangat bagus bagi desanya. Terlebih, letak Desa Pantai Bakti cukup jauh dari perkotaan, sehingga masih minim informasi tentang dampak stunting.

“Sangat bagus ya, sangat membantu khususnya untuk Desa Pantai Bakti yang jauh dari kota karena di sini masih banyak pengetahuan yang masih minim tentang stunting tersebut,” ungkap Nia yang ikut dalam sosialisasi kegiatan MNC Peduli.

Video: Elok Nuriyatur Rosyidah