Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

MNC Investama Right Issue 17,5 Miliar Saham

Foto : MNC Media

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT MNC Investama Tbk (BHIT) memutuskan untuk menambah modal dengan skema right issue atau Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Adapun saham yang dikeluarkan sebanyak 17,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

“Nantinya dana rights issue ini digunakan untuk modal kerja perusahaan dan mengkonversi utang-utang perusahaan. Setelah right issue ini, modal perseroan akan semakin kuat,” ujar Direktur Utama MNC Investama, Darma Putra, di Jakarta, Jumat (26 April 2019).

Selain itu, RUPST juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menentukan rasio pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VI, harga pelaksanaan, penggunaan dana dan atau tindakan-tindakan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan tanggapan dari otoritas dan regulator serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Darma Putra mengatakan, dalam RUPSLB juga menyetujui untuk melakukan penyelesaian hak tagih yang dikompensasi menjadi setoran saham Perseroan atas hak tagih Caravaggio Holdings Limited dan New Ascend Limited sebesar USD115 juta atau setara dengan Rp1,58 triliun

Angka tersebut terdiri dari hak tagih Caravaggio Holdings Limited sebesar Rp832,11 miliar dan hak tagih New Ascend Limited sebesar Rp750,63 miliar.
Dengan demikian, capital structure perseroan akan lebih kuat sehingga diharapkan kedepan kinerja perusahaan akan lebih baik lagi.

Baca juga:  PT MNC Finance Jalin Kerja Sama Perbankan bersama J-Trust Indonesia

Darma Putra berharap, dengan modal perseroan yang lebih kuat kinerja perusahaan akan lebih baik. Namun, dia juga mengaku, saat ini perseroan masih belum mengambil langkah ekspansi usaha lantaran masih akan berfokus untuk memperkuat unit bisnis yang ada.

“Misalnya sekarang digital lagi berkembang pesat jadi kita harus lebih cepat lagi mengikuti itu. Dan terbukti dari tahun lalu kita sudah mulai ada Innovation Center dan itu sudah menujukan hasil sehingga bisa menghasilkan revenue luar biasa,” imbuh Darma.

Darma melanjutkan, dalam RUPSLB juga menyetujui melakukan perubahan Pasal 4 Ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan sebagai tindak lanjut dari adanya peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan menjadi sebesar Rp7 triliun yang terbagi atas 70.289.570.288 saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp100.

Sekedar informasi, hingga akhir 2018, perseroan mencatat pendapatan bersih konsolidasi BHIT naik 8% (year on year) menjadi Rp14,72 triliun yang didukung oleh kenaikan pendapatan di semua bisnis. Peningkatan ini terutama didorong dari sektor media, yang memberikan kontribusi pendapatan Rp10,3 triliun atau 70% dari total pendapatan konsolidasi perusahaan.

Di sektor media, pendapatan iklan masih menjadi kekuatan pendorong konsolidasi perusahaan pendapatan, menghasilkan Rp5,5 triliun atau meningkat 11%. Iklan digital, mencatat pendapatan Rp261 miliar atau mengalami pertumbuhan signifikan 192% dari tahun sebelumnya. Sedangkan bisnis TV berbayar dan broadband terus memberikan pendapatan yang kuat dengan kenaikan 3% YoY dari Rp3,2 triliun. Disisi lain, empat stasiun TV FTA perusahaan mendominasi pangsa pemirsa prime time sebesar 34,7% secara keseluruhan 2018, dan melanjutkan tren kuatnya dengan mencapai 38,4% pangsa pemirsa pada akhir Februari 2019.

Baca juga:  Penyanyi Ini Punya Prediksi Siapa yang Keluar di TOP 4 Indonesian Idol