Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Miss Indonesia Kampanyekan Gerakan Cinta Satwa

Foto : MNC Media

YOGYAKARTA – Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina menyalurkan bakat melukis sekaligus melakukan kampanye cinta satwa dengan ikut terlibat dalam pembuatan mural di Jembatan Kewek, Kotabaru, Kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian kampanye Dog Meat Free Indonesia (DMFI) ini menekankan cinta satwa bahwa daging anjing tidak untuk dimakan.

Alya mengaku sangat mendukung gerakan tersebut karena banyak orang mengeksploitasi anjing. Bahkan banyak yang jahat dengan mengambil dan mengonsumsi daging anjing. “Itu kan jahat, anjing dieksploitasi, bahkan diambil dagingnya,” kata Alya beberapa hari lalu.

Sebagai Miss Indonesia, Alya sangat mendukung gerakan cinta satwa. Melalui kegiatan seperti itu, dia berharap mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya kepada generasi muda untuk lebih mencintai satwa.

Hal itulah yang membuat dia tertarik untuk melukis mural di kawasan Malioboro yang menjadi jantungnya Kota Yogyakarta. “Harapannya melalui lukisan mural, masyarakat akan lebih sadar. Mereka juga bisa ikut peduli dan mendukung dengan membubuhkan tanda tapak tangan di lukisan ini,” ujarnya.

Pembuatan mural ini menjadi bagian dari pembuatan videotron iklan layanan masyarakat kampanye cinta satwa melalui gerakan stop konsumsi daging anjing.

Video : Elok Rosyidah

Alya tampak cukup menikmati proses pembuatan mural ini. Meski lokasinya berada di bawah jembatan kereta api, namun dia tak canggung untuk terlibat langsung dari proses pembuatan sketsa melukis gambar sampai menggoreskan kuas untuk memberikan warna pada objek gambar. “Mural ini bukan vandalisme dan ini legal, didukung oleh wali kota,” ucapnya.

Baca juga:  KPU Beri Lampu Hijau MNC Media Garap Debat Capres 2019

Proses pembuatan mural ini melibatkan sejumlah seniman dan relawan pemerhati satwa di Yogyakarta. Seperti dari Animal Friend Jogja, Koalisi Dog Meat Free Indonesia, sampai musisi Shaggy Dog. “Kita gandeng Alya karena dia memang pencinta seni dan ikut peduli stop konsumsi daging anjing,” kata pendiri Animal Friend Jogja, Angelina Pane.

Alya kemudian berharap karyanya yang berada di ruang publik mampu menyedot perhatian masyarakat. Apalagi, lokasinya berada di sisi timur Malioboro yang cukup padat arus lalu lintasnya. Harapannya, masyarakat akan tertarik dan mendukung program cinta satwa ini. “Anjing adalah hewan piaraan dan sahabat manusia,” tandasnya.

Angelina menambahkan, dipilihnya kawasan Malioboro dalam pembuatan mural karena letaknya yang strategis. Tidak hanya terbaca oleh warga lokal DIY, namun juga wisatawan yang berkunjung di Malioboro. Apalagi, di sekitar kawasan ini juga ada pedagang yang menjual daging olahan anjing. “Yogya itu sudah bebas rabies, dan daging yang didatangkan justru dari Jawa Barat yang belum bebas,” katanya.

Ajak Generasi Muda Dukung DMFI

Selain kampanye cinta satwa lewat mural, Alya juga mengajak anak muda untuk ikut mendukung gerakan DMFI dengan tidak mengonsumsi daging anjing. Menurut dia, anjing memiliki potensi dalam penyebaran penyakit dan dalam proses perdagangan sangat keji dan kejam. “Saya ajak generasi muda untuk mendukung gerakan ini,” kata Alya dalam kampanye DMFI di Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta, Kamis (31/1).

Baca juga:  Raih Rp10 Juta, Iko Kalahkan Sang Bintang di Kilau DMD

Menurut Alya, banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa dirinya ikut tergerak dalam kampanye cinta satwa “Perdagangan anjing begitu keji dan dampaknya bagi penyebaran penyakit bisa fatal,” katanya.

Karena itu, dirinya sebagai Miss Indonesia sangat mendukung program tersebut dan ikut menandatangani petisi gerakan tidak mengonsumsi anjing.