Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Menkeu: Penduduk Indonesia Harus Jadi Kaya Sebelum Tua

Foto : MNC Media

JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Sri Mulyani mengingatkan, bahwa umur memang tidak bisa dilawan. Karena itu, Indonesia jangan sampai mengalami “menua sebelum kaya”, seperti yang dihadapi oleh China saat ini karena One Child Policy-nya.

“Penduduk Indonesia itu harus menjadi kaya sebelum tua, tidak hanya beberapa saja. Itu baru Indonesia sebagai negara yang kuat dan berkelanjutan,” kata dia.

Menurut dia, Indonesia perlu terus mendorong perekonomian dalam negeri, sehingga bisa bertahan ditengah gejolak ekonomi global. Selain itu, harus bisa meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi high income, tidak terjebak di middle income. Dengan berbagai perbaikan tersebut, diharapkan pemerataan ekonomi terjadi. Sehingga, seluruh masyarakat Indonesia memiliki finansial yang kuat sebelum akhirnya menua.

“Indonesia akan kehilangan momentum jika tidak segera memanfaatkan bonus demografi, karena struktur penduduk berubah dengan sangat cepat,” ujar Sri.

Saat ini Indonesia memang tengah menikmati bonus demografi, di mana mayoritas penduduk merupakan usia muda yang produktif. Oleh sebab itu, bonus ini harus dimanfaatkan sebelum akhirnya selesai di tahun 2030.

“Karena nanti yang muda ini akan semakin menua. Tapi kalau nanti anaknya malah lebih sedikit, semakin tua tapi tidak memiliki tabungan, maka yang ada Indonesia mendapatkan generasi yang semakin menua tanpa punya kecukupan menopang kehidupan masa tuanya,” jelas dia.

Baca juga:  Libur Pemilu, MNC Play Bagi-Bagi Promo Seru

Selain itu, Sri Mulyani menegaskan jangan sampai pertumbuhan ekonomi rendah menjadi “New Normal” di Indonesia. Jika output gap semakin mengecil, pertumbuhan ekonomi 5% bisa menjadi pertumbuhan ekonomi “normal” tanpa mampu tumbuh lebih tinggi lagi.

“Kita juga masih ada potensi terjebak di dalam Middle Income Trap, karena pembangunan selama ini belum mampu membawa Indonesia ke kategori negara maju. Kita perlu menggenjot produktivitas masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.

Menkeu juga menjelaskan, meskipun ekonomi digital sedang menguat namun masih ada potensi Indonesia tertinggal dalam global value chain. “Industri 4.0 ini mengubah global value chain, yang harus diantisipasi dengan pengembangan di bidang teknologi dan inovasi,” tutupnya.