Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Mengapa Kita Bisa Takut pada Badut?

JAKARTA – Tak sedikit orang yang takut dengan badut meski ada orang yang menganggap badut adalah tokoh penghibur. Bahkan, ada yang sampai menjadi phobia.

Phobia terhadap badut dikenal dengan Coulrophobia yang artinya rasa takut yang terus menerus terhadap badut, di mana individu mungkin pernah merasakan trauma.

Mengutip Okezone.com dari laman The Sun, Jumat (27/7/2018), Psikolog Dr Melanie Phelps menjelaskan, sebagian anak-anak akrab dengan penampilan para anggota keluarga sendiri dan pengasuh, yang memiliki wajah atau sosok manusia yang ramah dan aman.

“Badut memiliki sosok yang tidak alami, besar, berlebihan dan terdistorsi. Oleh karena itu, tidak cocok dengan pola yang kami ciptakan dalam pikiran kami yaitu ‘aman, dan ramah manusia’,” ujarnya.

Dikatakannya, wajah badut berwarna cerah, kontras, dan mencolok. Contohnya, bibir merah lebar yang terang dengan muka yang sangat putih serta senyuman yang tidak berubah.

Menurut Melanie, hal demikian yang memicu peringatan tidak aman atau tidak cocok di otak primal kita. Lantaran otak kita tidak mengenalnya sehingga dianggap ancaman. Karena itu, kita merasa takut, dan panik.

Selain itu, adanya kesalahan dalam mengenal badut pada diri individu terutama dari orang tua juga menjadi salah satu penyebab coulrophobia.

“Jika ada argumen di rumah dan anak tidak merasa aman, mereka mungkin akan merasa sadar atau gugup, dan pada saat yang sama mereka diperkenalkan pada wajah badut yang tidak diketahui lalu terdistors dengan itu. Hasilnya, mereka mungkin lebih cenderung takut atau cemas,” katanya.*

Andini Anissa

MNC Update Writer

    1