Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Memilih Hewan Kurban, Penuhi Syarat-syarat Ini

Sebentar lagi umat muslim merayakan hari besar Idul Adha 1438H atau lazim juga disebut hari raya kurban pada Jumat, 1 September 2017. Semakin mendekati hari pelaksanaan, masyarakat makin menanti dengan antusias.

Bagi para pedagang hewan, Idul Adha juga menjadi momentum mencari rezeki apalagi biasanya omzet penjualan meningkat pesat. Mereka bersemangat menjual sapi dan kambing di pasar hewan hingga di kawasan pemukiman.

Di sisi lain, masyarakat juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk membeli hewan kurban baik sapi maupun kambing. Di lapak-lapak penjualan, kita tak asing lagi dengan pemandangan kerumunan warga memilih dan bertransaksi hewan kurban.

Namun, memilih hewan kurban bukan hanya berdasar selera atau hanya mengacu pertimbangan harga termurah. Seperti dikutip dari Okezone, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

1. Umur hewan kurban
Hewan kurban yang baik adalah yang cukup usia, untuk kambing dan domba adalah di atas 1 tahun. Sedangkan sapi dan kerbau di atas 2 tahun. Cara mudah untuk mengetahui usia hewan kurban adalah melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik. Selain itu dapat juga dengan melihat gigi hewan bersangkutan, apakah masih gigi susu atau sudah ada yang tanggal.

2. Tidak memiliki cacat
Hewan kurban harus sehat dan tidak cacat misalnya buta, pincang sakit-sakitan, kurus, tidak memiliki sumsum dan tidak berdaya. Rincian cacat lainnya adalah tidak punya lidah atau hilang sebagian, tidak memiliki hidung, tidak punya telinga atau hilang sebagian, tidak memiliki kaki, tidak memiliki susu, tidak memiliki pantat atau hilang sebagian pantatnya, tidak punya ekor atau hilang sebagian.

Baca juga:  Kenali Efek Negatif Minum Teh Pagi Hari Saat Perut Kosong

3. Memiliki nafsu makan yang baik
Kesehatan dari hewan kurban juga perlu diperhatikan, pastikan calon hewan kurban memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, dan bulu tidak kusam. Lebih baik lagi jika kita menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut.

4. Perhatikan tiap organ tubuh hewan kurban
Saat berada di lokasi pembelian, perhatikan pula hewan Kurban melalui mata, hidung, dan anus. Cari hewan yang bersih pada bagian mata, tidak mengeluarkan cairan (eskudat).

Kelopak mata yang berwarna pucat atau kuning tidak disarankan karena hewan yang sehat memiliki kelopak mata bagian dalam dengan warna pink. Untuk postur badannya harus standar dalam artian sapi dan kerbau harus sejajar tulang punggungnya, tanduknya seimbang dan postur keempat kakinya simetris.

5. Cermati tempat hewan dijual
Lihat juga dari lingkungan tempat si penjual hewan kurban tersebut, jangan membeli hewan kurban yang diternakkan di tempat pembuangan sampah, karena berpotensi mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengkonsumsinya.

6. Beberapa pemerintah daerah juga telah berinisiatif memeriksa dan memantau hewan kurban. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung misalnya, menyebar 60 petugas pemantau kesehatan hewan. Mereka memasang “Kalung Sehat” pada hewan yang memenuhi syarat sebagai panduan bagi masyarakat membeli hewan kurban.

Baca juga:  Alunan Musik Gamelan Pukau Warga Kanada

Begitu juga dengan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta yang melakukan verifikasi tempat penjualan hewan kurban dan memasang stiker jika tempat tersebut lolos verifikasi. Stiker yang sudah diberikan itu menandakan Dinas KPKP sudah memberikan jaminan bahwa hewan kurban yang dijual oleh pedagang telah ‎memenuhi persyaratan kesehatan.

Masyarakat yang tinggal di daerah lain, juga dapat memantau informasi dari media setempat dan berkonsultasi dengan petugas dinas pertanian, peternakan serta dokter hewan.

Membeli dan mengonsumsi hewan kurban yang memenuhi syarat agama serta kesehatan, diharapkan semakin mendorong kekhusyukan kita merayakan hari raya Idul Adha. *