Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Kurang Tidur, Waspada Tingkatkan Risiko Stroke hingga Penyakit Jantung

Foto: Freepik

JAKARTA – Kualitas tidur sangat berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan. Tidur yang cukup memberikan dampak positif terhadap kesehatan tubuh dan produktivitas. Sebaliknya, kurang tidur justru meningkatkan sejumlah risiko penyakit tak menular (PTM).

Apalagi jika Anda mengalami insomnia, suatu kondisi kesulitan tidur yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke. Mengapa?

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Circulation American Heart Association, orang dengan kecenderungan genetik terhadap insomnia memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan stroke.

“Insomnia dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular,” kata profesor epidemiologi kardiovaskular dan nutrisi di Swedia Susanna Larsson seperti dikutip dari Healthline, Jumat (23/8/2019).

Sebagai Kepala Penelitian, Larsson menjelaskan, hasil penelitian tersebut bukanlah sebab-akibat, melainkan hubungan antara dua penyakit tersebut yang saling berkesinambungan.

Sementara itu, spesialis pengobatan paru-paru dan perwakilan dari United Sleep Minnesota Andrew Stiehm mengungkapkan, insomnia bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. “Tetapi penyakit jantung juga menyebabkan insomnia,” kata dia.

Gejala insomnia sendiri meliputi kesulitan tertidur, kesulitan tidur sepanjang malam (tidak nyenyak), dan bangun terlalu pagi atau kualitas tidur yang buruk.