Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Kiblat, Sang Ustad Ganteng di 99 Nama Cinta

Foto : MNC Media

JAKARTA – Aktor muda tampan, Deva Mahenra merasa tertantang untuk bermain di film terbarunya, 99 Nama Cinta. Pasalnya, peran yang ia ambil adalah menjadi seorang ustadz. Ya! Seorang yang lulus dari Kairo dan pulang kembali ke Tanah Air, untuk menjalankan syiar agama Islam dengan caranya sendiri.

Kiblat mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan pesantren, meski dia merasa ilmu yang dimilikinnya masih belum cukup untuk menunaikan semua tugas itu.

“The next kyai pesantren. Dia sendiri ada masa-masa di mana, disamping mengajar pesantren, dia merasa bahwa sebenarnya dia sudah cukup layak. Dia sebenarnya sangat menghindari disebut ustaz. Dia biasanya melakukan perkenalan dan sebagainya lebih cenderung mengenalkan namanya, dia tipe orang yang masih merasa bahwa ilmu yang bahkan dia dapat di Kairo, ilmu yang bahkan dia dapat di pesantren dari kecil, dari ayahnya pun masih belum cukup sebagai pribadi untuk syiar agama secara luas,” kata Deva saat syukuran film 99 Nama Cinta di MNC Financial Center, Jakarta, Senin (1/7/2019).

“Dia pun akhirnya mulai mengisi kekosongan informasi tentang bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik ketika bertemu dengan Talia yang karakternya bertolak belakang yang mindsetnya dunia,” tambahnya.

Kiblat merasa sedikit terbebani ketika merasakan bahwa mengajar itu tidak semudah yang dipikir. Tapi disitu dia justru sadar bahwa hal itu menjadi momentum, dimana dirinya membuktikan sebagai seorang pribadi yang nantinya akan meneruskan pesantren, bagaimana melakukan syiar agama tidak satu arah tapi lebih bersahabat dan santai.

Baca juga:  MNC Sekuritas Lanjutkan Ekspansi di Ibukota

Untuk menghidupkan peran Kiblat, Deva mengaku banyak refrensi ustaz yang menyampaikan syiar agama dengan cara santai dan menyenangkan. Meski demikian, banyaknya refrensi yang dimiliki, bukan berarti di film garapan rumah produksi MNC Pictures ini, Deva akan menghadirkan sosok tersebut, justru dia menghidupkan sosok ustaz yang berbeda dan baru, yang belum pernah ada sebelumnya.

Video : MNC Media

“Sebenarnya untuk ustaz populer di Indonesia kita punya banyak sekali. Cuma sebisa mungkin di film ini kita mau hadirin seseorang yang kembali lagi, pasti fresh dong. Kita pengin kasih seseorang yang baru lah karena seperti yang saya bilang, kita nggak mau juga pada akhirnya orang menjadi judge mental terhadap sebuah penampilan tertentu atau stereotipe terhadap penampilan tertentu. Jadi ya itu, acuannya, sebisa mungkin kita bikin sesuatu yang baru, yang berbeda meski referensinya banyak,” kata Deva.

“Nah, saking banyaknya referensi bagaimana kita bikin bertemu karena banyak ustad yang cara penyampaian syiar agamanya santai, menyenangkan. Mungkin lebih ke situ, tapi secara umur dengan kiblat, mereka jauh. Jadi, kita coba untuk melakukan komparasi dan kita kolaborasikan untuk menciptakan sosok Kiblat yang bagaimana mas Garin mau disini, Danial mau, bagaimana saya Deva menginterpretasikan itu,” tambahnya.

Selain itu, Deva menjelaskan bahwa perannya ini menampilkan sisi ustaz yang juga merupakan manusia biasa. “Di sini juga mau dikasih lihat bahwa terkadang bagaimanapun uztaz juga kan manusia. Dia juga menikmati perjalanan kehidupan beradaptasi dengan orang-orang sekitarnya. Kadang-kadang juga bisa terlihat trendi, fashion,” jelasnya.

Baca juga:  MNC Sekuritas: Bali Miliki Potensi Investasi Saham

Deva pun mengakui jika memerankan tokoh Kiblat tidaklah mudah. Bagi aktor berusia 29 tahun itu, setiap karakter yang diperankannya di setiap film memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri yang membuatnya harus melakukan riset untuk menghidupkan karakter tersebut, termasuk saat harus memerankan tokoh Kiblat.

Film 99 Nama Cinta dijadwalkan menjalani proses syuting dalam waktu dekat. Film ini mengisahkan perjalanan hati dalam menemukan Tuhan dengan berbagai cara. Film 99 Nama Cinta diperankan sejumlah bintang ternama.

Selain Deva, ada juga Acha Septriasa sebagai Talia, Ira Wibowo (Ibu Talia), Donny Damara (Kyai Umar), Chicki Fawzie (Husna), Adinda Thomas (Mlenuk), Susan Sameh (Chandra), Dzawin (Pak Bambu) dan Robby Purba (Head Programming)