Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Kiat Berlatih Lari untuk Pemula: Percayalah pada Proses

JAKARTA – Olahraga lari kian digemari oleh masyarakat, baik tua, muda, pria maupun perempuan. Saban pagi atau sore, dan terutama akhir pekan, kita sering menjumpai para pelari menyusuri jalur lari dari kompleks pemukiman, trek di stadion hingga jalan raya.

Selain sebagai olahraga, lari juga dapat menjadi aktivitas rekreatif dan relaksasi. Terlebih jika dilakukan bersama teman dan keluarga. Berlari sendirian juga perlu dilakukan karena dapat lebih fokus berlatih memperbaiki teknik, performa kecepatan atau jarak.

Minat yang meningkat juga karena olahraga ini memang terbilang mudah dilakukan. Asalkan tidak ada kondisi fisik dan riwayat cedera yang menghalangi, kita dapat mulai menggeluti olahraga sederhana ini.

Lantas, bagaimana jika di antara kita yang masih pemula ingin mulai berlatih? Berikut ini beberapa hal yang perlu dipahami dan bagaimana pola latihan yang sebaiknya dilakukan:

1. Jangan berharap pada cara instan
Intinya, percayalah pada proses. Meski sederhana dan menyenangkan, harus dipahami bahwa lari tetaplah jenis olahraga yang berisiko. Untuk itu, kemampuan fisik dan kesiapan mental perlu dibentuk dengan bertahap.

Istilah yang lazim diingatkan adalah ‘don’t too soon, don’t too quick’. Jika kita belum pernah lari, jangan sekali-kali berharap mampu lari dalam periode latihan yang singkat misalnya hanya satu-dua minggu.

Pada umumnya, periode latihan yang mesti dilalui seseorang yang belum pernah menggeluti lari adalah 2-3 bulan. Lalui periode itu dengan tekun dan sabar, atau tidak usah sama sekali berlari ketimbang didera cedera.

Baca juga:  Menembus Dinginnya Dieng dengan 3 Menu Spesial Ini

2. Fokus pada durasi, bukan jarak.
Kesalahan yang sering dilakukan pelari pemula adalah menggunakan patokan jarak saat mulai berlatih. Pada periode awal, fokuslah pada durasi latihan. Abaikan dulu capaian jarak.

3. Bangun daya tahan dan bukan kecepatan.
Sebenarnya, hal ini masih kelanjutan dari poin kedua. Sebagai pemula, target awal adalah membangun daya tahan dasar atau basic endurance yakni bagaimana kita berlatih untuk mampu berlari selama 30 menit. Nanti setelah target ini tercapai, kita bisa meningkatkan kecepatan, meningkatkan durasi lari dan berlari makin jauh.

4. Gunakan pola interval
Poin pertama hingga ketiga di atas merupakan sikap mental atau mindset yang harus dipahami dan dipegang oleh peminat lari. Selanjutnya adalah bahasan tentang hal teknis yaitu pola atau metode latihan.

Pada periode latihan membangun daya tahan, berlatihlah dengan pola interval atau selang-seling antara jalan kaki dan lari. Hal ini sebagai adaptasi tubuh dari yang semula pejalan kaki menjadi pelari alias ‘from walker to runner’.

Durasi total setiap latihan interval adalah 30 menit. Pada latihan pertama, berjalanlah selama 15 menit dan berlari 10 detik, lakukan bergantian hingga mencapai setengah jam. Lalu pada latihan berikutnya, durasi jalan kaki dikurangi dan durasi lari bertambah secara bertahap hingga akhirnya mampu berlari 30 menit nonstop. Ingat, berlarilah pelan dan sisihkan dulu jarak dan kecepatan.

Baca juga:  Info Liga Inggris: Ini Sosok yang Paling Tepat Gantikan Wenger di Arsenal

6. Perbanyak referensi
Kita juga perlu memperbanyak informasi latihan lari. Kita juga bisa mendapatkan tabel atau diagram pola interval di laman, blog dan video di internet.

Kita juga disarankan bertanya pada rekan-rekan atau saudara yang sudah menggeluti olahraga ini untuk mendapatkan informasi dan pengalaman. Serta masukan dan tips-tips lainnya yang bermanfaat untuk kita.

7. Redam ego dan sabar.
Godaan yang umumnya sering dialami pelari pemula adalah kurang sabar dan terlalu berambisi untuk segera bisa berlari. Sekali lagi, kita harus mengadaptasikan tubuh kita yang semula merupakan pejalan kaki menjadi pelari.

Untuk itu, otot-otot dan kemampuan teknis harus dibangun dengan bertahap. Pola latihan yang serba ingin cepat dan mendadak sangat berbahaya dan mengundang cedera yang bisa fatal.

Setiap muncul keinginan untuk memangkas tahapan latihan, ingatlah selalu untuk segera meredam ego. Percayalah pada proses, sabar dan tekun. Tuntaskan program interval selama 2-3 bulan dengan baik dan pada saatnya nanti kita akan menikmati hasilnya: mampu berlari tanpa cedera dan merasakan pengalaman lari yang menyenangkan. Mari lari!

Tags: