Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Waktu dan Keutamaan Puasa Sunnah Menyambut Idul Adha 1440

Foto : MNC Media

Jakarta – Penetapan hari raya Idul Adha 1440 akhirnya jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019. Hasil ini disampaikan Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin setelah melalukan sidang isbat bersama beberapa ahli di Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (1/8).

Penentuan tersebut diambil dari masuknya 1 Zulhijjah 1440 Hijriah pada Jumat (2/8) dan Oleh karena itu, Iduladha yang diperingati pada 10 Zulhijjah, bakal jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Sebelum menyambut datangnya Idul Qurban, baiknya buat umat muslim didunia bisa mengerjakan Sunnah puasa yang dianjurkan. Ada beberapa puasa Sunnah yang bisa dilakukan.

Diantaranya, puasa Tarwiyah, puasa Arafah dan puasa 10 hari sebelum Idul Adha. Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah.

Nah, kapan tepatnya jadwal Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah ini dilaksanakan? Dan Apa keutamaan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah 1440 H ini?

Berikut kalender setelah ditetapkannya Lebaran Idul Adha pada 11 Agustus 2019,

1 Dzulhijjah = 2 Agustus 2019
2 Dzulhijjah = 3 Agustus 2019
3 Dzulhijjah = 4 Agustus 2019
4 Dzulhijjah = 5 Agustus 2019
5 Dzulhijjah = 6 Agustus 2019
6 Dzulhijjah = 7 Agustus 2019
7 Dzulhijjah = 8 Agustus 2019
8 Dzulhijjah = 9 Agustus 2019
9 Dzulhijjah = 10 Agustus 2019

HARAM PUASA :

10 Dzulhijjah = 11 Agustus 2019
11 Dzulhijjah = 12 Agustus 2019
12 Dzulhijjah = 13 Agustus 2019
13 Dzulhijjah = 14 Agustus 2019

Sementara itu, 2-8 Agustus 2019 disunahkan puasa dan memperbanyak amal saleh. Dengan berpuasa selama 7 hari tersebut, pahala akan dilipatgandakan.

Baca juga:  Giveaway HP Gratis di MNC Now, Caranya Gampang Banget

Berikut jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2019 :

Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijah = 9 Agustus 2019
Puasa Arafah 9 Dzulhijah = 10 Agustus 2019
Idul Adha 10 Dzulhijjah = 11 Agustus 2019 diharamkan berpuasa.

Sementara itu, tanggal 12-14 Agustus 2019 adalah hari Tasrik. Umat Muslim dilarang berpuasa di tiga hari ini.

Puasa ini memiliki keutamaan yang begitu besar sehingga termasuk dalam sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Dilansir dari NU.or.id, Dalam Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut. “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Selain kedua puasa tersebut, umat muslim yang belum memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji bisa melakukan puasa sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah. Kemudian dilanjutkan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah.

Anjuran untuk memperbanyak puasa dan amalan lain selama 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah tertuang dalam Hadis Riwayat Ibnu ‘Abbas dalam Sunan At-Tirmidzi.

“Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini”. (HR At Tirmidzi).

Dalam hadis riwayat tersebut dengan jelas disebutkan bahwa amalan apapun selama 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan. Salah satu amalan yang bernilai sangat tinggi yang bisa dilakukan adalah puasa.