Ketik pencarian Anda

Editor's Choice MNC Media MNC Terkini

Ini Reaksi Tubuhmu Ketika Kurangi Konsumsi Gula

Foto: Pixels

JAKARTA – Gula rasanya sudah tak bisa lepas dari menu makanan sehari-hari. Padahal, mengonsumsi terlalu banyak gula bisa menyebabkan berbagai dampak negatif, mulai dari suasana hati yang naik turun hingga meningkatkan risiko penyakit, mulai dari tekanan darah tinggi sampai diabetes.

Sebaliknya, mengurangi atau bahkan menyetop konsumsi gula justeru mempunyai banyak manfaat. Tapi, sebenarnya apa sih yang bakal terjadi pada tubuh kalau kamu berhenti mengonsumsi gula? Baca selengkapnya di bawah ini:

1. Kamu tidak akan mudah capek

Gula darah yang rendah membuat kamu mengalami kekurangan energi. Akibatnya, tak butuh waktu yang lama buat kamu untuk ngidam makanan punya kadar gula tinggi lagi. Yup, gula memang bikin level energi tubuh kamu tidak stabil. Makanya gula bukanlah opsi yang tepat untuk “menyuntikkan” energi ke tubuh. Lebih baik konsumsi snack yang tinggi protein dan lemak sehat supaya gula darah lebih terkontrol dan energi pun terjaga.

2. Tidur jadi lebih nyenyak

“Jumlah gula yang tinggi dapat menunda pelepasan melatonin di otak, yang mana penting untuk mengontrol tidur,” ujar Ahli nutrisi Jenna Hope. Sedangkan, kurang tidur sendiri dapat meningkatkan kebutuhkan tubuh terhadap gula. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan keseimbangan glukosa darah terganggu, ini merangsang keinginan kamu untuk mengonsumsi lebih banyak gula.

3. Pencernaan lebih lancar

Mereka yang mengonsumsi gula dalam jumlah banyak cenderung mengonsumsi lemak jenuh dan makanan yang rendah serat dalam jumlah banyak pula. Ketika memutuskan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dalam menu makanan sehari-hari, kamu biasanya akan lebih sering makan buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Alias, makanan yang baik buat usus dan sistem pencernaan. Makanan ini berkontribusi terhadap fungsi usus yang sehat karena membantu meningkatkan jumlah mikrobiota sehat di usus. Pada akhirnya, ini membantu menghilangkan racun yang tidak diinginkan dan membuat kamu lebih sering buang air besar.

Baca juga:  MNC Media dan BMKG Jalin Kerjasama Soal Peringatan Dini Bencana

4. Tampak lebih muda

Gula menghasilkan keriput di wajah, kata Anthony Youn, MD, dokter bedah plastik di Troy, Michigan. “Gula menyebabkan glikasi, proses di mana molekul gula menguraikan kolagen dan mengurangi elastin di kulit kita,” ujarnya. Padahal kolagen dan elastin adalah protein yang memberikan sifat elastis dan muda pada kulit. Selain itu mengurangi gula juga akan mengurangi glukosa dan kenaikan insulin dalam darah, sehingga mengurangi peradangan yang menyebabkan kulit tidak segar. Menurut Dr Youn, dampak pada kulit itu akan terlihat setelah kita mengurangi gula selama 14 hari. Baca: Tak Makan Gula, Rahasia Fit dan Awet Muda

5. Lebih jarang sakit

Gula bisa mendorong munculnya radang yang kemudian menurunkan kemampuan tubuh kita melawan penyakit seperti batuk dan pilek. Oleh karenanya, saat tubuh kita berhenti mengkonsumsi gula, kita akan lebih jarang sakit. Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengkonsumsi 100 gram gula akan menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan bakteri hingga 50 persen, dan efek ini berlangsung selama lebih dari 5 jam.

6. Hidup lebih lama

Saat kandungan glukosa dalam darah meningkat, sistem saraf juga akan aktif sehingga meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Padahal tekanan darah yang tinggi adalah penyebab utama serangan jantung. Gula juga meningkatkan trigliserida dalam darah yang memunculkan risiko sakit jantung dan stroke karena penyumbatan. Banyak study menyebutkan mereka yang mengkonsumsi gula lebih banyak, lebih berisiko meninggal karena sakit jantung dibanding yang sedikit saja menyantap gula.

Baca juga:  Hari Anak Nasional, MNC Bank Kenalkan Menabung Sejak Dini

Gula memang terasa manis, namun akibatnya tidak terlalu manis untuk tubuh kita. Oleh karenanya perlu bagi kita untuk mengurangi gula dalam makanan kita, meski hal itu tidak mudah.