Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Info Mudik: Inilah Titik Rawan di Jalur KA Madiun

Foto: Istimewa

Jelang masa mudik, tentunya kamu sudah siap dengan tiket perjalanan dong ya. Nah, bagi kamu yang hendak mudik naik kereta, simak info penting berikut. Jelang arus mudik Lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) VII Madiun mewaspadai 12 titik jalur kereta di wilayahnya yang rawan terdampak bencana alam.

Hal tersebut disampaikan oleh Wisnu Pramudyo selaku Vice President PT KAI Daops VII Madiun. “Sebanyak 12 titik yang rawan bencana tersebut di antaranya berpotensi ambles, longsor, dan banjir,” ujarnya, seperti dilansir Okezone, Rabu (29/5/2019).

Wisnu menyebutkan tiga titik potensi ambles, yakni antara Stasiun Walikukun-Stasiun Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan. Sedangkan potensi longsor ada di dua titik, yakni antara Saradan-Wilangan dan Stasiun Garum-Talun, terutama longsor dan banjir saat hujan berlangsung.

Sementara itu, untuk titik rawan banjir, ada sebanyak tujuh titik yang meliputi satu titik di batas antara Daops VI dengan Daop VII hingga Walikukun, dua titik antara Paron-Geneng, satu titik antara Geneng-Barat, satu titik antara Barat-Madiun, satu titik antara Saradan-Wilangan, dan satu titik antara Sukomoro-Baron.

Mengantisipasi kerawanan tersebut, KAI Daops VII Madiun terus melakukan perawatan di sepanjang jalur kereta api serta melakukan pemantauan lintasan selama 24 jam. Di samping itu, telah disiagakan peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Walikukun, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Baca juga:  Cakupan Cuci Darah Mandiri di Indonesia Masih Rendah

Sebagai informasi, PT KAI telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari mulai 26 Mei 2019 (H-10) sampai 16 Juni 2019 (H+10). Meski terdapat beberapa titik rawan bencana, namun PT KAI menjamin lintasan kereta api di sepanjang Madiun dalam keadaan baik, terutama selama arus mudik Lebaran 2019.