Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

iNews Dukung Budaya Lokal Makin Dikenal Masyarakat

KARANGANYAR – Budaya lokal di Indonesia sangat beragam dan perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai sosial yang arif untuk diterapkan dalam hidup sehari-hari. Untuk itu, sosialisasi dan pengenalan budaya patut digalakkan dan didukung.

Salah satu ajang pengenalan budaya lokal baru saja berlangsung di Jawa Tengah. Tepatnya di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar yang bertajuk Festival Pesona Lokal (FPL) Solo Raya pada Minggu (9/9/2018).

Parade yang diikuti lebih dari 1.700 peserta tersebut menampilkan busana adat dan musik tradisional, serta seni pertunjukan khas budaya Jawa Tengah. Perhelatan FPL Solo Raya ini adalah hasil kerja sama iNews, Adira Finance, dan Kementerian Pariwisata.

CFO iNews Rafael Utomo menilai acara Festival Pesona Lokal Solo Raya sangat bagus lantaran bisa memperkenalkan adat istiadat budaya lokal kepada masyarakat Indonesia.

“Festival Pesona Lokal memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing di setiap daerah. Sama ramainya dengan acara sebelumnya yakni FPL Bandung. Perbedaannya hanya dari budayanya,” kata Rafael.

Dengan suksesnya acara Festival Pesona Lokal, Rafael berharap acara ini bisa dilakukan secara kontinu. “Buat iNews, acara ini sekaligus untuk branding sehingga dikenal masyarakat,” ucapnya.

Sepanjang pergelaran festival itu, masyarakat setempat tampak antusias menyaksikan parade festival budaya tersebut. Tidak hanya singo barong, dayakan topeng, tapi juga masih banyak pertunjukan yang membuat wisatawan yang hadir terkesima melihatnya.

Baca juga:  Ulang Tahun ke-3, iNews Adakan Fun Family Day

Ini adalah kedua kalinya FPL diselenggarakan setelah sukses saat pertama kali diadakan di Bandung. Dipilihnya Solo Raya untuk gelaran FPL karena Solo merupakan kota budaya dan masyarakatnya sangat kreatif. Lokasi acara Festival Pesona Lokal di De Tjolomadoe sendiri juga kental dengan nilai sejarah.

Selama FPL berlangsung, tidak hanya karnaval budaya, tetapi ada lomba masak dan mural. Selain itu, para pengunjung juga dihibur oleh penyanyi dangdut papan atas Zaskia Gotik dan Resa Lawangsewu.

Lomba Masak
Pada sesi lomba masak, sebanyak 20 peserta mengkreasikan beragam varian masakan tengkleng. Seperti yang dilakukan Dina Kristiana. Anak pemilik warung sate kambing Pak Katijo di Solo tersebut mengkreasi masakan tengkleng dengan jerohan otak dibungkus daun dan diberi tusukan dan balungan.

“Semuanya disiapkan dari rumah, di sini tinggal masak. Kreasi yang ditonjolkan adalah gurih, pedas, serta kuahnya bening sebagaimana ciri khas Tengkleng asli Solo,” kata Dina.

Kreasi berbeda ditampilkan Dimas Bayu Wicaksono, peserta lainnya. Anak pemilik warung Sehati di Kecamatan Colomadu, Karanganyar itu membuat Tengkleng Rica, yang masih jarang dijumpai. “Kalau tengkleng secara umum kuahnya banyak, kalau tengkleng rica kuahnya sedikit,” ungkap Dimas.

Untuk penilaian, meski peserta boleh bebas berkreasi, keaslian menu tengkleng tetap harus ada. Peserta bisa mengembangkan kreasinya dengan ditambah aneka bahan dan bumbu lainnya.

Baca juga:  MNC Sekuritas Dorong Wanita Berinvestasi di Pasar Modal

Kreasi yang paling nyeleneh tapi bagus akan mendapat poin besar. Selain itu, ciri khas tengkleng yakni tidak bau prengus (bau khas kambing) juga menjadi poin penilaian. Rasa tengkleng yang enak dan mantap juga menjadi poin tersendiri.*

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1