Ketik pencarian Anda

Highlights

Hary Tanoe: OJK Berperan Strategis Dorong Ekonomi Nasional

JAKARTA – Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menerima kunjungan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di iNews Tower, Jakarta, Selasa (7/8/2018). Pada kesempatan ini, keduanya membahas isu-isu terkini perekonomian nasional mulai dari perkembangan industri keuangan nasional, hingga pergerakan rupiah akhir-akhir ini.

Hary Tanoe mengatakan, OJK memiliki peran yang strategis dalam mendorong perekonomian nasional karena membawahi semua perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti asuransi, pasar modal, bank, dan investasi. “Peran OJK strategis karena jasa keuangan pusat dari pusaran ekonomi nasional. MNC Group siap membantu OJK,” ungkapnya.

Dikatakannya, kebijakan yang kondusif dari OJK bisa berdampak positif terhadap pergerakan rupiah antara lain mendorong investasi masuk ke Indonesia. Selain itu, penguatan rupiah juga bisa dilakukan dengan kebijakan yang mendorong eksportir membawa pulang hasil ekspornya untuk dikonversikan ke rupiah.

Hary juga menyampaikan, OJK perlu mendorong perusahaan skala kecil dan menengah untuk dapat melantai di bursa saham. Dengan go public, Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) dapat menghimpun dana dari publik. Suntikan modal akan membuat UKM lebih cepat berkembang dan bisa naik kelas.

“Dorong perusahaan besar, menengah, UKM agar punya kesempatan untuk go public. Roadshow ke luar negeri agar investor yakin dengan pasar modal kita, agar mereka investasi di sini,” ungkap Hary.

Sementara, Wimboh mengatakan, OJK akan menciptakan banyak instrumen untuk bisa menarik modal asing masuk melalui pasar modal. Perekonomian Indonesia saat ini tak terhindar dari dampak normalisasi kebijakan The Fed, perang dagang, dan kenaikkan suku bunga Indonesia.

Baca juga:  Metamorfosa iNews, Inspirasi untuk Kemajuan Rakyat Indonesia

“Kita harus berupaya sektor rill bisa mempunyai ruang lebih besar untuk berorientasi kepada produksi ekspor dan men-generate dollar dan juga mempercepat proses produksi barang substitusi barang impor,” tuturnya.

Hal tersebut dimaksudkan agar Indonesia mempunyai kekuatan dalam mengumpulkan cadangan devisa ke depan. Sehingga keuangan negara bisa lebih kuat untuk menghadapi kondisi ekonomi global dinamis.

Adapun sektor pariwisata, menurut Wimboh, juga bisa menjadi andalan untuk menambah devisa. Selain itu, ekspor hasil laut juga perlu didorong untuk mendongkrak ekonomi dan menjadi sumber devisa.*

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1