Ketik pencarian Anda

MNC Media

Hary Tanoe: Krisis Rohingya Bukan Masalah Agama tapi Kemanusiaan

JAKARTA –  Aksi kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar yang mengakibatkan jatuhnya korban dari etnis Rohingya terus memicu keprihatinan dunia, termasuk dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Pemerintah Indonesia merespons dengan cepat dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah melakukan rangkaian strategi diplomasi untuk meredakan krisis tersebut, termasuk berdialog dengan pemerintah Myanmar, PBB dan negara-negara lain.

Seruan kepedulian dan perhatian juga datang dari komunitas dan tokoh nasional, tak terkecuali Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo.

Pria yang akrab disapa HT itu juga mendorong masyarakat mencurahkan kepedulian, turut menebarkan perdamaian dan menjaga persatuan agar kejadian kekerasan tidak terjadi  lagi di manapun.

Melalui akun twitter @Hary_Tanoe, ditekankannya bahwa persoalan yang menimpa etnis Rohingya bukanlah persoalan agama, melainkan masalah kemanusiaan. “Rohingya bukan masalah agama, tapi kemanusiaan. Semua pihak harus bersatu padu mencegah agar tidak terjadi lagi,” tulis HT, Senin (4/9/2017).

Hary Tanoe juga mengapresiasi langkah pemerintah dan Menlu Retno Marsudi yang terbang langsung ke Myanmar untuk bertemu dengan Penasihat Negara dan Menlu Myanmar Aung San Suu Kyi sebagai bentuk kepedulian dan inisiatif Indonesia meredakan krisis Rohingya.*