Ketik pencarian Anda

Event Highlights

Hary Tanoe: Indonesia Harus Mampu Ciptakan Nilai Tambah

MAGELANG – Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) berlimpah, anugerah tersebut harus diolah agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik dan membuka lapangan kerja. Tidak dijual dalam bentuk mentah.

Hal itu diungkapkan oleh Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat menjadi keynote speaker di Indonesia Leaders Forum 2017, Magelang , Kamis (26/10/2017). “Indonesia memiliki sumber daya melimpah. Kita harus jadi bangsa yang mampu menciptakan nilai tambah,” katanya.

Di acara yang digelar oleh Koran Sindo dan Sindonews tersebut, Hary Tanoe menyampaikan  sering kali sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia langsung dijual atau diekspor dalam bentuk mentah. Sementara, aktivitas nilai tambah pada akhirnya terjadi di negara lain.

Di kesempatan tersebut juga membahas perlunya Indonesia membangun infrastruktur digital. Hal tersebut dibutuhkan untuk komunikasi yang lebih cepat dan pekerjaan pun bisa jauh lebih cepat.

Dirinya meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam memahami era digital saat ini. Menurutnya, digital ada dua konsul, yakni network dan aplikasi.

“Kalau network, pasti mahal karena seperti membangun infrastruktur,” katanya.

Selama ini, infrastruktur lebih pada pembangunan fisik baik di darat, laut, dan udara. Padahal, infrastruktur itu bukan hanya pembangunan jalan Tol atau airport, tepati supaya komunikasi yang lebih baik.

Apalagi, kata dia, sekarang ini pemerintah gencar membangun infrastruktur fisik di berbagai wilayah pedesaan atau pinggiran. Tujuan pengembangan infrastruktur itu membantu masyarakat untuk lebih menggairahkan berbagai sektor, seperti ekonomi dam kesejahteraan rakyat.

Baca juga:  Infokom Elektrindo Ramaikan Ajang OPEXCON17

Yang perlu dilihat, pembangunan fisik itu harus dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusianya, baik yang hidup di pedesaan atau tempat-tempat terpencil. Jika tidak dipersiapkan, mereka hanya menjadi penonton di era digital saat ini.

“Kalau aplikasi, harus hati-hati. Indonesia belum siap dengan aplikasi itu, karena akan mengurangi jumlah tenaga kerja,” jelas pria yang akrab disapa HT ini.

Padahal, angka pencari kerja di negeri ini cukup banyak. Hampir setiap saat selalu bertambah, angka pencari kerja tersebut. Tak heran, ia melihat digital aplikasi belum siap diterapkan. “Aplikasi ini akan menciptakan efisiensi yang tadinya dikerjakan 10 orang bisa menjadi 1 orang saja. Berapa pekerjaan yang off,” jelasnya.

Indonesia Leaders Forum 2017 yang digelar sehari ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pihak swasta, BUMN, kemudian akademisi dan pemerintahan daerah serta diharapkan menjadi arena curah gagasan dalam kerangka membangun bangsa. Hal ini juga dimaksudkan sebagai jembatan untuk membangun kesepahaman mengenai tantangan ekonomi 2018.

Hadir sebagai narasumber seminar adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara, Staf Ahli Menteri ESDM Prahoro Nurtjahjo serta moderator Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Dwikorita Karnawati dan Presiden Komisaris (independen) MNC Bank Eko B Supriyanto.

Baca juga:  MNC Group Buka Kampus Bisnis dan Pendidikan

Kalangan swasta, pemerintah daerah dan akademisi yang hadir sebagai peserta antara lain Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty, Presiden Direktur PT Martina Berto Tbk Bryan Tilaar, Direktur Technical dan Project Planning & Management Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Yui Hastoro , Head of Public Policy and Government Affairs Uber Indonesia John Colombo, Rektor Amikom Yogyakarta Suyanto dan Wali Kota Gorontalo Marten Taha.*

Tags: