Ketik pencarian Anda

Uncategorized

Dunia Kecam Uji Coba Bom Nuklir Korut

JAKARTA – Korea Utara mengklaim melakukan uji coba bom hidrogen terkuat pada Minggu, 3 September 2017. Bom itu juga disebut mengakibatkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter atau 9,8 kali lebih kuat dibandingkan dengan uji coba nuklir kelima tahun lalu, seperti diberitakan sindonews.com.

Uji coba itu meningkatkan ketegangan di kawasan semenanjung Korea dan dikecam oleh negara-negara di dunia termasuk Jepang sebagai negara tetangga terdekat dan juga Amerika Serikat. Apalagi, bom hidroden itu didesain bisa menjadi hulu ledak rudal antarbenua.

Amerika Serikat langsung merespons dengan mengancam akan melakukan balasan militer “besar” jika merasa terancam. Korut sebelumnya juga berani mengancam untuk menembakkan rudal ke arah Guam, yang masih merupakan bagian dari teritori Amerika Serikat (AS).

Ancaman tersebut dibalas Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Korut akan mendapatkan api dan kemarahan jika berani melepaskan rudalnya ke Guam.

Indonesia juga tidak tinggal diam dan turut merespons langkah Pyongyang. Atas uji coba tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai apa yang dilakukan Korea Utara pada Minggu 3 September 2017 dapat mengganggu perdamaian.

“Sudah jelas, percobaan nuklir memanaskan situasi perdamaian regional,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Senin (4/09/ 2017)  malam, seperti dilansir Okezone.com

Ditegaskannya, pemerintah Indonesia selalu konsisten tidak menyetujui kegiatan-kegiatan yang mengancam keamanan kawasan. Sebelumnya, kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengecam uji coba senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara.

Baca juga:  Selain Sakit Kepala, Ini Gejala yang Dialami Tubuh Anda ketika Stres

Terlebih tindakan tersebut telah melepaskan berbagai materi radioaktif yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi di berbagai kawasan.

Pemerintah Indonesia juga menekankan bahwa tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi terkait yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa juga  telah menggelar sidang, Senin (4/9/2017) yang membahas sanksi baru bagi Pyongyang.

Di sisi lain pada hari yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan dikabarkan akan mengeluarkan izin lingkungan bagi penempatan pertahanan peluru kendali Amerika Serikat (THAAD). *