Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Diskusi Literasi, MNC Media Kedatangan BMKG

Foto : MNC Media

Jakarta – Sebagai media dengan jaringan terbesar se-Asia Tenggara, MNC Media memiliki tanggung jawab dalam menentukan penyampaian informasi serta penyebarannya. Hal ini menjadi perhatian bagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mempunyai kepentingan atas hal tersebut.

Kesadaran masyarakat tentang cuaca dan bencana memang tidak bisa dilakukan hanya oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dibutuhkan peran serta berbagai elemen untuk membangun pentingnya budaya waspada cuaca, termasuk dari kalangan media massa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berpandangan, media berperan penting menyiarkan informasi teraktual mengenai kondisi cuaca dan potensi kebencanaan. Diharapkan dari informasi ini masyarakat dan pemerintah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. Adapun sumber informasi dapat diberikan oleh BMKG.

Sinergi antara media dan BMKG inilah yang coba dijajaki saat Dwikorita bersama jajaran pejabat BMKG mengunjungi MNC Media, Rabu (10/7/2019).

”Alhamdullilah, kami bersyukur hari ini hadir di tempat yang tepat. Di MNC Group ini medianya multiplatform, jaringan sangat luas. Ini kami butuhkan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai waspada cuaca, peduli iklim, dan siap melakukan mitigasi serta tsunami,” kata Dwikorita di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta.

Rombongan BMKG diterima Direktur Pemberitaan MNC Media Ray Wijaya dan jajaran pemimpin redaksi di MNC Media.

Dwikorita menuturkan, selain membangun budaya waspada, melalui rencana kerja sama ini BMKG ingin menyebarkan pentingnya edukasi dan literasi cuaca. Dia meyakini melalui MNC Media upaya penyebaran informasi dapat lebih masif, cepat, tepat dengan hasil akurat.

Baca juga:  Intip Rumah Seleb Raffi-Nagita, Sore Ini di MNCTV

”Karena dampak perubahan iklim global, cuaca dan iklim saat ini penuh ketidakpastian. Kami bisa perkirakan paling tidak 6 bulan sampai 3 jam sebelumnya. Tidak hanya tsunami, kami akan sampaikan soal cuaca dan iklim ekstrem,” ujar mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Menurut Dwikorita, dengan informasi yang cepat dan tersebar luas, masyarakat dan pemerintah bisa melakukan persiapan untuk mengurangi risiko korban jiwa.

Dia menerangkan, dengan segala sumber daya yang dimiliki, juga ditunjang teknologi kecerdasan buatan (AI), data satelit, radar maupun data-data global, BMKG akan menghitung secara matematis sehingga akurasi perkiraan cuaca mencapai 85-90 persen, cuaca penerbangan untuk take off dan landing 100 persen dan iklim 76 persen.

Bagi BMKG, terpenting adalah kecepatan update informasi, ketepatan konten, dan kecepatan data. BMKG berupaya informasi-informasi yang diolah dapat sesegea mungkin menjadi data matang.

“Dengan kanal-kanal di MNC Media, itu bisa disebarkan secepat mungkin. Jadi masyarakat siap menghadapi potensi gempa dan tsunami,” tutur alumnus S2 dan S3 Engineering Geology dari Leeds University, Inggris ini.