Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Diskusi Energi MNC Trijaya: Pencabutan DMO Batubara Bisa Menaikkan Tarif Listrik

JAKARTA – Rencana pemerintah mencabut kewajiban penjualan batu bara ke dalam negeri atau dikenal dengan istilah domestic market obligation (DMO), dikhawatirkan berdampak pada berkurangnya pasokan batu bara ke pembangkit listrik. Salah satu akibat berikutnya adalah tarif listrik dapat naik dan memberatkan konsumen.

Hal itu menjadi topik hangat dalam Diskusi Energi bertajuk “DMO Batubara dan Nasib Konsumen” yang digelar Radio MNC Trijaya FM 104.6 di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Dimoderatori Pemimpin Redaksi MNC Trijaya Gaib M Sigit, diskusi ini menghadirkan tiga pembicara. Mereka ialah Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Direktur Eksekutif Center Of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, dan Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan, rencana pemerintah mencabut kebijakan domestik market obligation (DMO) batu bara akan berdampak kepada keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang pada akhirnya akan berimbas pada konsumen.

Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Nomor 23K/30/MEM/2018, minimal 25% produksi batu bara dalam negeri harus dijual ke PLN. Sedangkan Kepmen ESDM Nomor 1395 K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, DMO harga batu bara sektor ketenagalistrikan dipatok maksimal USD70 per metric ton.

“Akhir dari kebijakan ini adalah konsumen. Karena jika DMO dicabut pemerintah maka keuangan PLN akan bleeding,” katanya sambil mengatakan lebih dari 50% pembangkit listrik PLN dipasok dengan energi primer batu bara.

Baca juga:  Syukuran 50 Episode Catatan Harian Aisha disambut Antusias Warga

Dijelaskannya kemudian, pemangkasan DMO implikasinya ada dua yakni penurunan layanan ke konsumen dan kenaikkan tarif. PLN akan kekurangan biaya sehingga pelayanannya untuk konsumen akan berkurang.

“Keuangan PLN akan terganggu sehingga PLN perlu mengurangi biaya investasi, maintance, sehingga pelayanannya ke konsumen bisa turun drastis. Pemerintah sudah bilang jangan turunkan tarif, tapi policy-nya dipangkas,” tambah Tulus.

Dia juga menuturkan, saat ini Indonesia masih menjadi lumbung energi batu bara. Namun, jika kebijakannya tidak jelas, negara akan kehabisan pasokan batu bara. “Menurut data Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, cadangan yang terbukti ada 8,6 miliar ton. Ini sangat sedikit sementara tiap tahun habis 400juta ton. Maka kalau dihitung bisa habis 20 tahun ke depan, “ terangnya.

Sementara itu, Marwan berharap, rekan-rekan media seperti MNC Trijaya bisa berkontribusi untuk menyuarakan ini sebab menyangkut kepentingan orang banyak. “Kita sedang berhadapan dengan kepentingan oknum-oknum untuk itu rekan-rekan media seperti MNC Trijaya mari kita suarakan ini,” katanya.*

Tags:
Andini Anissa

MNC Update Writer

    1