Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Dies Natalis Ubaya ke-52, MasterChef Indonesia Fiki Tantang Mahasiswa dan Dosen Masak Sate Klopo Khas Surabaya

Foto: MNC Media

SURABAYA – Hiruk pikuk dan suasana riang begitu membuncah di selasar Ubaya Sport Center, Kampus Universitas Surabaya (Ubaya) Tenggilis, Selasa (25/2/2020). Pasalnya, hari itu dihelat tantangan memasak yang dipandu chef nan spesial yaitu MasterChef Indonesia 2019, Fiki Dwi Cahyo.

Acara ini termasuk dalam rangkaian Dies Natalis ke-52 Ubaya. Sejumlah civitas akademika seperti dosen, mahasiswa, dan karyawan yang dibagi menjadi 23 kelompok ini berkompetisi memasak dengan tema “Kitchen Challenge With MasterChef Fiki”.

Peserta ditantang untuk membuat hidangan main course dan dessert dengan konsep “Duplicate Dish”. Sebelum memulai kompetisi dan pembagian tugas dalam kelompok, peserta memperhatikan demo masak ala MasterChef Fiki.

Wakil Rektor III Ubaya, Christina Avanti, mengatakan kompetisi memasak ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menyambut Dies Natalis Ubaya yang diperingati setiap tanggal 11 Maret.

“Sangat bahagia melihat antusiasme peserta kompetisi memasak dengan beragam kostum yang berwarna-warni. Acara ini meriah sekali dengan jumlah peserta yang ikut berpartisipasi serta suporter yang hadir cukup banyak dalam merayakan Dies Natalis Ubaya ke-52,” katanya.

Melalui kompetisi ini, diharapkan seluruh civitas akademika Ubaya dapat menikmati setiap rangkaian acara hingga akhir dan tetap menjaga sportivitas antar kelompok.

Serunya, sebelum berkompetisi para peserta belum mengetahui hidangan seperti apa yang nantinya dibuat. Bahan utama masakan diberikan kepada peserta pada waktu kompetisi berlangsung. Durasi memasak yang diberikan kepada peserta hanya satu jam untuk menyajikan dua hidangan.

Baca juga:  Gelar IMA Awards ke-14, RCTI Siapkan Penghargaan Bagi Sineas Terbaik

Satu kelompok terdiri dari empat orang. Kerja sama tim diperlukan dengan membagi dua tim kecil yang terdiri dari dua orang untuk memasak main course dan sisanya membuat dessert. Uniknya, mereka harus mengangkat bahan dan resep lokal asli Indonesia yang dikreasikan lebih modern.

“Menu hidangan yang dibuat yaitu sate klopo khas Surabaya untuk main course dan getuk sebagai dessert,” ujar Ketua Panitia Acara sekaligus Direktur Pusat Bahasa Ubaya, Devi Rachmasari.

Tak tanggung-tanggung, setiap hidangan yang telah dibuat peserta dinilai langsung oleh MasterChef Fiki. Bersama Fiki, turut hadir Sekretaris Yayasan Ubaya, Yusrambono dan Ketua Program Studi Desain Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Guguh Sujatmiko.

Setelah dilakukan penilaian, juri mengumumkan tiga kelompok yang menjadi pemenang dalam kompetisi memasak tahun ini. Juara pertama diraih oleh tim Fakultas Psikologi, juara kedua oleh tim Fakultas Industri Kreatif, dan juara ketiga dari tim Fakultas Teknik.

Salah satu peserta cooking challenge sekaligus Direktur Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi Ubaya, Artiawati, mengakui kompetisi ini sangat seru. “Senang sekali bisa ikut kompetisi memasak ini. Selain mengembangkan kreativitas, ini juga ajang untuk berkumpul bersama seluruh civitas akademika Ubaya. Salah satu cara untuk refreshing dari kegiatan sehari-hari yang melelahkan,” kata dia.