Ketik pencarian Anda

Editor's Choice MNC Media MNC Terkini

Deteksi Dini Corona, Perlukah Rapid Test Dilakukan Semua Orang?

Foto: Pixel

JAKARTA – Mencermati temuan kasus positif infeksi virus corona (COVID-19) yang terus meningkat secara signifikan, masyarakat terus diingatkan agar makin waspada dan mengikuti arahan pemerintah. Pasalnya virus yang berasal dari Wuhan ini juga menyerang orang yang memiliki kondisi badan sehat.

Tak ayal jika kondisi ini juga membuat banyak orang berencana untuk mengikuti rapid test atau tes cepat yang telah disedikan pemerintah. Namun, apakah rapid test ini perlu dilakukan oleh semua orang?

Saat ini memang banyak kabar tentang rapid test atau tes cepat Covid-19 di media massa atau media sosial. Tes cepat ini bertujuan untuk deteksi dini kasus Covid-19, sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah penyebaran virus.

Dilansir dari iNews.id yang dikutip dari covid19.go.id, Sabtu (28/3/2020), bahwa setiap tes cepat yang diberikan hanya untuk orang berisiko, yaitu yang pernah berkontak erat dengan orang sakit Covid-19 atau pernah berada di negara atau wilayah yang dengan penularan lokal dan memiliki gejala seperti demam atau gangguan sistem pernapasan (pilek/sakit tenggorokan/batuk).

Jadi, tidak perlu tes cepat jika Anda sehat dan tak pernah kontak orang sakit Covid-19 atau berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal Covid-19.

Yang mengikuti tes ada tiga kategori, yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Petugas kesehatan lah yang menentukan statusnya.

Baca juga:  Pimpin BOD Forum IV, Chairman MNC Group: "Business Model" dan Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan

1. OTG adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah melakukan kontak erat dengan orang positif Covid-19.

2. ODP adalah orang demam (≥38 derajat Celsius), riwayat demam atau pilek/sakit tenggorokan/batuk.

– Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal atau melakukan kontak erat dengan orang sakit Covid-19 (terkonfirmasi ataupun probabel).

3. PDP adalah orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu demam (≥38 derajat Celsius) atau riwayat demam disertai salah satu gejala sakit pernapasan (batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat) dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal.

– Orang dengan demam (≥38 derajat Celsius) atau riwayat demam atau ISPA dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berkontak erat dengan orang sakit Covid-19 (terkonfirmasi ataupun probabel)

– Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, isolasi diri:

Jika mengalami gejala ringan (demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau rasa lelah), tinggal saja di rumah. Jangan kemana-mana. Beristirahatlah di kamar tersendiri yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya.

Pantau perkembangan kondisi Anda dan minum air yang cukup. Hanya orang dewasa sehat yang merawat dan mereka harus cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memasuki kamar Anda.

Baca juga:  Tim Produksi dan Artis Sinetron ‘Prahara di Bukik Tuo’ Gelar Syukuran

Perlu diingat, rumah sakit hanya untuk orang sakit parah jadi jangan pergi ke sana kecuali mendesak, misalnya kondisi kesehatan memburuk (demam tinggi dan kesulitan napas). Kontak segera fasilitas layanan kesehatan bila itu terjadi.

Kalau Anda harus ke rumah sakit, jangan ajak anak-anak. Minta satu atau dua orang kerabat untuk mengantar. Sebisa mungkin, jangan gunakan kendaraan umum ke fasilitas layanan kesehatan dan di sana selalu jaga jarak lebih dari satu meter dengan siapa pun.

Ambil kesempatan untuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (alkohol minimal 60 persen).

So, selalu jaga kesehatan dan kebersihan. Ingatkan keluarga dan kerabat untuk hindari berkerumun dan lakukan social distancing supaya bisa memutus rantai penyebaran virus Corona. Dan pastinya selalu ikuti kabar terbaru mengenai kesehatan di https://www.inews.id/lifestyle/health