Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Demi Meraih Mimpi, Siswa-siswi Ini Jalan Kaki dan Lintasi Jembatan Rusak

PANDEGLANG, MNCupdate.com – Tepat di hari ini, Rabu, 2 Mei 2018, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Beragam potret perjuangan siswa-siswa di berbagai daerah demi meraih mimpi mereka selalu kita lihat.

Seperti uluhan pelajar di Kampung Cikaret, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten ini yang terpaksa menempuh perjalanan hampir 10 kilometer (km) dan melintasi jembatan ambruk untuk bisa sampai ke sekolah mereka.

Aktivitas itu dijalani rutin para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Kalam demi meraih mimpi mereka. Setiap pagi, mereka harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah, hutan dan jembatan yang kondisinya sudah ambrol.

Sejak Jembatan Gantung Cikujang sepanjang 25 meter dengan bentangan empat meter itu rusak diterjang banjir beberapa tahun lalu, aktivitas warga ikut terganggu. Hanya pejalan kaki saja yang bisa melintasi jembatan yang sudah miring itu. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memutar arah sejauh 20 kilometer agar bisa sampai ke kota.

Salah seorang siswa MI Al Kalam, Walif Saputra menuturkan, di desanya tidak ada sekolah dasar negeri. Jika ada, jaraknya cukup jauh mencapai puluhan kilometer. “Di desa kami ini hanya ada madrasah dan jaraknya juga lumayan jauh,” ucapnya, Rabu (2/5/2018).

Sejak jembatan gantung ambruk, kata dia, siswa yang akan berangkat ke sekolah harus melintasi jembatan yang kondisinya sudah rusak. “Kalau musim hujan dan banjir ya nunggu airnya sampai surut dulu baru bisa ke sekolah,” katanya.

Baca juga:  6 Trik Hilangkan Flek Hitam Wajah

Guru MI Al Kalam, Yayah Suhariah mengatakan, kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di desa mereka sudah lama rusak. “Jika hujan dan banjir, kondisi jalan desa mereka sulit dilintasi. Apalagi di lokasi jembatan jembatan selalu banjir dan tergenang air sungai,” katanya.

Dia juga berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan dan jembatan di desa mereka. Sebab, sudah puluhan tahun warga yang tinggal di ujung Kabupaten Pandeglang ini menderita akibat kerusakan jalan dan jembatan.

(Sumber: iNews)

Tags: