Ketik pencarian Anda

Editor's Choice

Cegah Stroke dengan Rutin Konsumsi Sayuran Setiap Hari

MENCEGAH penyakit stroke wajib dilakukan oleh siapa saja. Salah satu yang mudah yakni dengan mengonsumsi sayuran hijau segar dalam memenuhi asupan makanan setiap hari.

Penyakit stroke sejatinya kini tak hanya dialami oleh orang di atas usia 50 tahun. Mereka yang masih berusia produktif mudah menderita penyakit ini karena banyak faktor.

Salah satu penyebab stroke yang sering yakni karena stres berlebihan. Seseorang sulit mengontrol risiko stres, terutama bagi yang sibuk.

Stroke terjadi karena perdarahan intracerebral alias perdarahan di dalam otak yang mengancam nyawa. Orang-orang dengan tekanan darah tinggi menyumbang lebih dari 90% terkena stroke yang sering mematikan ini.

Berdasarkan studi terbaru, orang yang makan lebih banyak sayuran berdaun hijau memiliki risiko 64% lebih rendah mengalami stroke. Kabar gembira sekali rupanya, karena sangat banyak pencinta sayuran hijau yang tak tahu manfaatnya lebih lanjut.

Peneliti mempelajari 682 pasien, dengan usia rata-rata 53 tahun. Mereka mengalami pendarahan otak, sekira 32,3% responden. Kemudian, penelitian ini dipresentasikan pada American Stroke Associations International Stroke Conference 2018.

Dari seluruh pasien stroke sekira 93,9%, sebanyak 7,2% menderita stroke karena tekanan darah tinggi. Hampir semua responden mengalami kelainan struktural seperti area lemah pembuluh darah. Tapi persentasenya jauh lebih kecil terhadap kondisi medis atau penggunaan obat lain.

Ada juga perbandingan pasien dengan pendarahan otak yang terkait tekanan darah tinggi. Para peneliti menemukan bahwa risiko orang yang kena stroke 2,33 kali lebih tinggi pada penderita diabetes.

Baca juga:  5 Lokasi Jogging di Jakarta

Tak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa risiko risiko stroke dialami oleh 2,22 kali lebih tinggi pada orang yang melaporkan lebih banyak stres di rumah dan tempat kerja. Kemudian 1,69 kali lebih tinggi pada orang dengan kadar kolesterol tidak normal. Juga 10,01 kali lebih tinggi pada seorang perokok tembakau.

Dengan temuan tersebut, diharapkan orang yang berisiko tinggi bisa mencegah stroke. Kalau tidak, dampak dalam jangka panjang bisa sangat menyakitkan dan memicu kematian dini. Demikian dilansir Zeenews, Senin (29/1/2018).

(Sumber: Okezone)

Tags: