Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Berani Ngebut? Siap Kena Tembak di Jalur Ini

Foto : Freepik

JAKARTA – Bagi Anda yang melintasi ruas Tol Pandaan-Malang hendaknya berhati-hati. Karena, jajaran Polres Malang akan menggunakan speed gun atau radar kecepatan untuk mengukur kecepatan kendaraan. Bagi pengendara yang melanggar batas kecepatan di tol tersebut, yaitu batas minimal 60 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam siap-siap kena tilang.

Kasatlantas Polres Malang AKP William Thamrin Simatupang menjelaskan, alat itu ditembakkan pada kendaraan yang melanggar batas kecepatan sehingga data kecepatannya bisa terdeteksi. Selanjutnya, kendaraan itu akan ditilang sesaat setelah keluar tol.

“Setelah selesai pembayaran e-tol langsung dipinggirkan. Kita tunjukkan hasil speed gun yang telah kita tembakkan,” katanya.

Penggunaan alat tersebut bukan tanpa alasan. Direktur Utama PT JPM, Agus Purnomo mengatakan mayoritas kecelakaan yang terjadi di tol Pandaan-Malang yakni tabrak belakang. Hal itu diakuinya karena adanya perbedaan kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya.

“Itu karena mobil yang di belakang melaju lebih cepat dari mobil yang ada di depannya. Ditambah supir yang tidak fokus dan tidak bisa jaga jarak kemudian terjadi tabrakan,” katanya.

Sanksi yang dikenakan bagi pelanggar batas kecepatan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni berupa denda Rp 500 ribu atau kurungan penjara paling lama dua bulan. “Jadi tidak hanya kendaraan yang terlalu cepat saja yang ditilang, Tapi kendaraan yang terlalu lambat juga akan ditilang. Supaya adil juga,” bebernya.

Baca juga:  Tantangan Satu Malam Bantu Keluarga Gembala Kambing

Sekedar informasi, Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki lima seksi sepanjang 38,48 kilometer. Antara lain, Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 kilometer, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,050 kilometer dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer. Selanjutnya, Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,113 kilometer.

Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan dapat menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang yang banyak memiliki tempat wisata. Kehadiran ruas tol diharapkan pula bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya.