Ketik pencarian Anda

MNC Media MNC Terkini

Bareng Mister Aladin, Yuk Ikut Basah-basahan di 4 Festival ‘Perang’ Air Ini

Foto: MNC Media

JAKARTA – Layanan travel online Indonesia yang menginspirasi, Mister Aladin mengajak Anda untuk ikut ambil bagian dalam festival atau bisa disebut ‘perang’ air di berbagai daerah di Indonesia. Festival-festival ini memang pada umumnya mirip, tapi sensasinya tentu akan beda.

Apa saja itu? Simak ulasan di bawah ini, ya:

1. Cian Cui

Festival Cian Cui ini sebenarnya adalah cara masyarakat kota Selatpanjang, Riau untuk memeriahkan Imlek. Acaranya berlangsung selama 6 hari.

Masyarakat di sana akan berdiri di pinggir jalan sambil memegang pistol air atau wadah lainnya yang bisa digunakan untuk menyiram. Nantinya mereka akan perang air dengan orang yang naik becak yang juga siap dengan pistol airnya. Siapa saja boleh ikut festival ini.

Bahkan sejak 2013, festival ini mampu jadi ajang berkumpulnya masyarakat dari berbagai etnis. Mereka yang bukan berasal dari etnis Tionghoa pun ikut dalam perang air ini.

2. Gebyuran Bustaman

Kalau Cian Cui harus dilakukan di jalan yang cukup lebar, Festival Air Gebyuran Bustaman justru dilakukan di dalam gang kecil di Kampung Bustaman, Semarang, Jawa Tengah. Gebyuran Bustaman ini dilakukan untuk menyambut bulan puasa sebagai bentuk penyucian diri.

Awalnya karena dulu pemilik kampung, yakni Kertoboso Bustam selalu memandikan anaknya di sumur menjelang Ramadan. Nah, akhirnya warga setempat berinisiatif membuat acara gebyuran untuk mengenang beliau.

Baca juga:  Gelar Seminar, MNC Animation Ajak Anak Muda Bandung Berkarier di Industri Animasi

3. Siat Yeh

Festival Air Siat Yeh dilakukan oleh masyarakat Banjar Teba, Jimbaran, Bali. Festival ini dilakukan sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai bentuk pemersatu.

Awalnya warga Teba dibagi dua kelompok, kemudian berjalan terpisah. Ada yang ke timur dan ke barat. Mereka harus mengambil air dari dua mata air berbeda. Nantinya air itu akan disatukan. Beberapa anak gadis yang memegang kendi berisi air maju ke tengah dan memecahkannya. Sampai air dari dua mata air itu bersatu, barulah semua warga boleh saling menyiram pakai air yang berbeda. Wah, seru banget ya!

4. Belimbur

Tradisi ini merupakan ritual penutup dalam Festival Erau di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Belimbur ini dilakukan sebagai rasa syukur karena Festival Erau berjalan dengan lancar.

Awalnya Belimbur ini dilakukan hanya dengan siram-menyiram. Tapi saat ini banyak warga yang pakai media lain seperti pompa air. Sehingga ritual Belimbur ini seperti sedang perang air. Festival yang berlangsung di depan Keraton Kutai ini terbuka untuk umum, jadi Anda bisa ikutan perang air bareng warga setempat.

Itulah 4 festival air yang bisa Anda ikuti jika berkunjung ke tempat mereka. Tapi karena acaranya setahun sekali dan di hari-hari tertentu, jadi Anda harus menyiapkan akomodasi dari jauh-jauh hari, ya.

Nah, untuk memudahkan perjalanan Anda, Mister Aladin siap membantu Anda dalam mengatur segala urusan akomodasinya. Ayo, segera kunjungi misteraladin.com untuk mendapatkan penawaran istimewa!